Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pecat Wakilnya, PM Najib Dianggap Putus Asa

- Kamis, 30 Juli 2015 15:15 WIB
295 view
Pecat Wakilnya, PM Najib Dianggap Putus Asa
Pelaing Jaya (SIB)- Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak telah memecat Deputi PM  Muhyiddin Yassin dan Jaksa Agung, Abdul Gani Patail dalam perombakan kabinet. Namun, keputusan itu dianggap sebagai wujud putus asanya atas skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Komentar itu dilontarkan oleh seorang analis politik dari Universitas Malaya, Terence Gomez. “Perombakan AG (jaksa agung) dan DPM (wakil perdana menteri) akan dilihat sebagai tindakan putus asa Najib,” kata Terence.

Tindakan itu, kata Terence, hanya akan memicu bahwa Najib sedang berusaha untuk hengkang dari "panggilan" transparansi dan mungkin menghindari tuntutan pidana. Beberapa penyelidikan pun kini tengah berlangsung. “Saya menduga bahwa satgas 1MDB memiliki bukti yang cukup untuk mengajukan tuntutan terhadap pelaku utama di perusahaan ini, yang mungkin termasuk PM,” ujar Terence.

Sementara itu, kelompok aktivis hukum Lawyer for Liberty mengatakan, pemecatan jaksa agung mengejutkan dan hanya akan menimbulkan kecurigaan masyarakat. Menteri Besar Selangor, Azmin Ali, berpendapat, pemecatan DPM dan AG, memberi kesan bahwa Perdana Menteri telah menghentikan penyelidikan terhadap dirinya.

“Negara ini membutuhkan reformasi total untuk mengembalikan kepercayaan dan masyarakat internasional guna menyelamatkan perekonomian kami,” kata Azmin, Selasa kemarin. “Anggota parlemen, tanpa mempertimbangkan pihak tertentu, mereka harus bersatu untuk menyelamatkan Malaysia.

Orang-orang tidak akan mendukung setiap anggota parlemen yang menonton ketika negara terjun ke krisis yang lebih dalam,” tuturnya.

PM Najib pun dalam pidatonya kemarin di stasiun televisi langsung mengumumkan pengganti Muhyiddin Yassin, yaitu Menteri Dalam Negeri, Zahid Hamidi, yang dianggap sebagai loyalis Najib. Sementara itu, sebuah pernyataan pemerintah menyebutkan, Jaksa Agung Abdul Gani Patail, yang merupakan bagian dari gugus tugas menyelidiki 1MDB, dipecat karena alasan kesehatan. Najib telah menepis dugaan kasus korupsi dana 1MDB. Wall Street Journal melaporkan, para penyelidik melacak dana sebesar US$700 juta diduga mengalir ke rekening bank pribadi PM Malaysia itu.

Sementara Muhyiddin mengaku menerima pemecatan dirinya. “Jika saya dipecat dari kabinet karena pendirian saya atas isu tersebut, maka saya menerimanya,” kata Muhyiddin melalui akun Facebook miliknya, seperti diberitakan The Star, Rabu (29/7).

“Saya menghormati hak istimewanya sebagai PM Malaysia untuk menunjuk dan mencopot menteri dari anggota kabinet,” ucap Muhyiddin. “Kecuali isu 1MDB ini, saya memiliki pandapat dan prinsip sendiri untuk bertempur atas hak rakyat, nama baik partai, dan kepentingan bangsa,” sambungnya. (okz/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru