Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Malaysia Hentikan Sementara Penyelidikan Skandal Korupsi 1MDB

* Najib Pecat Muhyiddin 2 Jam Sebelum Pengumuman Resmi
- Jumat, 31 Juli 2015 10:44 WIB
208 view
 Malaysia Hentikan Sementara Penyelidikan Skandal Korupsi 1MDB
Kuala Lumpur (SIB)- Penyelidikan skandal korupsi perusahaan investigasi milik negara 1MDB dihentikan sementara. Ini terjadi setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mencopot wakilnya dan mengganti beberapa menteri dalam kabinetnya. Pejabat yang bertugas mengawasi penyelidikan skandal 1MDB, Nur Jazlan Mohamed ditunjuk menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia yang baru pada Selasa (28/7).

Nur Jazlan yang juga Ketua Komisi Akuntan Publik (PAC) pada Parlemen Malaysia ini lantas menyatakan mundur dari jabatannya di PAC. "Seluruh proses yang telah diatur untuk Agustus, termasuk 1MDB akan dihentikan hingga susunan anggota PAC yang baru diumumkan pada sidang Dewan Rakyat selanjutnya," terang Nur Jazlan kepada media setempat, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/7).

PAC dijadwalkan akan menanyai sejumlah pejabat senior 1MDB dan sejumlah pihak yang terkait skandal korupsi ini pada Agustus mendatang. Sedangkan parlemen Malaysia akan memilih anggota PAC yang baru dalam sidang Dewan Rakyat pada Oktober. Sesuai undang-undang yang berlaku, anggota PAC tidak diperbolehkan memegang jabatan dalam kabinet pada saat bersamaan.

Skandal korupsi pada 1MDB (1Malaysia Development Berhad) ikut menyeret PM Najib, yang menjabat pemimpin badan penasihat 1MDB. PM Najib disebut menerima aliran uang negara dari 1MDB. Tudingan ini menjadi ancaman terbesar bagi kredibilitas PM Najib semenjak dia menjabat pada tahun 2009 lalu.
Tudingan ini juga berpotensi memicu keretakan di dalam tubuh partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menguasai politik Malaysia.

Terlebih setelah PM Najib mencopot Wakil PM Muhyiddin Yassin, usai Muhyiddin menyerukan kepada PM Najib untuk menjelaskan kepada publik soal skandal korupsi 1MDB. Posisi Wakil PM kini dijabat Zahid Hamidi, yang sebelumnya menjabat Menteri Dalam Negeri Malaysia.

Usai dicopot, Muhyiddin dilaporkan banyak dikunjungi oleh sejumlah pejabat partai UMNO di kediamannya. Dia juga berencana menggelar konferensi pers dengan didampingi beberapa pejabat UMNO. PM Najib dan Muhyidin sama-sama bernaung dalam UMNO, yang diketuai PM Najib.

Muhyiddin awalnya sempat bungkam terkait pemecatannya. Namun Muhyiddin akhirnya buka suara. Dia mengaku kaget atas keputusan tersebut. Keterkejutan Muhyiddin muncul bukan tanpa alasan. Sebab, PM Najib memberitahukan keputusannya itu selang sesaat sebelum dia menyampaikan pengumuman resmi soal reshuffle kabinet.

"Dia (PM Najib) memanggil saya untuk bertemu di Putrajaya dan kami membicarakan beberapa hal," sebut Muhyiddin. Dia menambahkan, saat pertemuan dengan atasannya itu, sempat ia singgung soal perombakan kabinet. PM Najib pun tidak menyangkal kalau pemanggilan dirinya terkait hal itu.

"Saya tanyakan apa ada yang ingin dia sampaikan. Dia menjawab saat ini merupakan waktu yang berat, lalu saya kembali tanyakan apakah nama saya ada dalam daftar (yang akan di-reshuffle), dia menjawab terima kasih lalu dia pergi," paparnya.

Muhyiddin menyebut dia menerima segala keputusan Najib. Tidak hanya itu, dipastikannya dukungannya terhadap orang Nomor Satu di Pemerintahan Malaysia tersebut tak akan berubah. Hal tersebut karena sampai saat ini, Muhyiddin masih menjabat sebagai Deputi Presiden partai berkuasa di Malaysia, UMNO.

"Tugas saya adalah mendukung PM dan Partai dan itu akan saya terus lakukan," tegasnya. Meski demikian, Muhyiddin menyatakan, pemeriksaan atas kasusĀ  di BUMN 1MDB yang menyeret nama Najib harus terus dilakukan. Tidak peduli bagaimana keadaan pemerintahan sekarang berjalan. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru