Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Endapan Garam Ganggu Layanan MRT di Singapura

- Jumat, 31 Juli 2015 10:49 WIB
352 view
 Endapan Garam Ganggu Layanan MRT di Singapura
sib/ COURTESY OF JUN KAI FOONG/The Strait Times
Warga Singapura yang biasanya memanfaatkan jasa layanan kereta api terpaksa menggunakan bus menyusul terganggunnya layanan di stasiun MRT Bishan 7 Juli silam karena akumulasi endapan garam pada satu komponen kelistrikan di perlintasan East-West Line.
Singapura (SIB)- Garam, air dan arus listrik tidak bisa bercampur. Fakta sederhana itu terbantahkan pada 7 Juli lalu ketika akumulasi endapan garam pada satu komponen kelistrikan di perlintasan East-West Line memicu gangguan layanan kereta api di jalur kereta api cepat Singapura.  Akibat insiden tersebut, ribuan komuter yang biasa menggunakan jasa MRT Singapura terlantar.

Saat merilis temuannya tiga pekan pasca insiden tersebut, Otoritas Tranportasi Darat (LTA) dan operator layanan perkeretaapian Singapura SMRT Corp mengatakan, hasil uji laboratorium menyatakan bahwa kumpulan endapan tersebut disebabkan oleh kebocoran di dekat stasiun terowongan bawah tanah Tanjong Pagar mengarah ke Raffles Place. Kumpulan endapan tersebut 15 kali lebih banyak mengandung garam ketimbang air laut.

Air dari asal kebocoran itu sendiri seperenam lebih bergaram dari air laut, indikasi bahwa kumpulan endapan itu terjadi cukup lama. Kumpulan endapan itu mengakibatkan suplai listrik rel ketiga jalur kereta cepat MRT menyimpang ke luar dari insulasinya ke tanah. Kondisi itu memicu sejumlah gangguan kelistrikan di sepanjang jalur East-West Line, demikian halnya juga di perlintasan North-South Line.

Temuan itu terjadi berkat bantuan dari pakar eksternal Parsons Brinckerhoff dan Meidensha Corp, yang jasanya dibayar oleh LTA. Analisis mereka sejalan dengan hipotesis Dr George Yu, insinyur spesialis di bidang forensik industri, analisis gagal dan investigasi kecelakaan.

Dr Yu, yang menangani banyak pekerjaan di MRT, seperti dilansir dari Straits Times.com, Kamis (30/7) mengatakan, kumpulan endapan pada insulator penyebab utama insiden tersebut. Dr Yu bilang, pencemaran air garam mengendap di insulator rel ketiga cukup lama. Endapan itu termasuk air dan debu grafit dari sepatu-sepatu pengumpul arus kereta api, yang memicu kontak dengan rel ketiga. Grafit adalah konduktor arus listrik.

Untuk mencegah berulangnya insiden, Dr Yu menyarankan SMRT harus “mencegah insulator bersentuhan dengan air atau cairan”. Dia juga mengharuskan seluruh insulator dibersihkan secara reguler guna mencegah timbulnya pengendapan dan mengganti seluruh insulator lama yang banyak mengandung endapan, yang terbentang di sepanjang area terdampak kebocoran air laut dari terowongan.

SMRT mengaku bahwa anjuran itu telah dilakukan dengan baik pasca insiden. Operator MRT dan LTA menambahkan bahwa mereka akan mengganti sekira 30.000 insulator di kedua perlintasan pada kuartal pertama 2017, sejalan dengan rencana program peremajaan rel ketiga.

SMRT juga bilang, akan meningkatkan perawatan insulator. “Kami telah memeriksa seluruh instruksi kerja yang ada dan kami puas semuanya telah dijalankan. Namun....kami akan menerapkan langkah-langkah tegas guna memeriksa dan meningkatkan seluruh aturan kerja tersebut,” kata Mr Desmond Kuek, kepala eksekutif SMRT. SMRT juga akan mengurangi ‘kesensitifan’ pemutus arus (sekering)–– yang memicu penyimpangan arus––dengan cara meningkatkan batas tegangan menyimpang dari 136 Volt menjadi 200 Volt pada akhir pekan ini. LTA bilang, tindakan itu sejalan dengan standar internasional dan benar-benar aman.  

Dalam jangka panjang, institusi negara yang mengurusi layanan angkutan darat di Singapura tersebut juga akan memasang sejumlah alat pembatas tegangan yang telah diuji di Downtown Line 1. Alat itu akan mengisolasi perjalanan arus listrik. LTA juga mempelajari kemungkinan pemisahan perlintasan North-South dan East-West, agar gangguan arus listrik tidak mengganggu kedua perlintasan itu sendiri.

Serangkaian kebijakan itu akan diperhitungkan secara matang dan hati-hati guna menjamin tidak memicu kelemahan ke bagian lainnya. “Kami tidak akan membiarkan satu hal pun terlewatkan untuk meningkatkan keandalan sistem,” kata Chew Men Leong, kepala eksekutif LTA. (Tst/R17/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru