Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

AS Mata-Matai Pemerintah dan Perusahaan Jepang

- Sabtu, 01 Agustus 2015 12:00 WIB
204 view
 AS Mata-Matai Pemerintah dan Perusahaan Jepang
Tokyo (SIB)- Amerika Serikat memata-matai politisi Jepang, petinggi bank sentral dan perusahaan-perusahaan besar termasuk konglomerat Mitsubishi, demikian dokumen yang dirilis WikiLeaks, Jumat (31/7), dalam pengungkapan terbaru mengenai pengintaian Washington terhadap sekutu-sekutunya.

Penyadapan itu membongkar spionase Badan Keamanan Nasional AS, menyusul dokumen-dokumen lain yang menunjukkan aksi memata-matai sekutunya --termasuk Jerman dan Prancis-- yang menciptakan ketegangan hubungan.

Jepang merupakan salah satu sekutu utama Washington di kawasan Asia Pasifik dan mereka secara teratur melakukan konsultasi mengenai isu-isu pertahanan, ekonomi dan perdagangan.

"Laporan itu menunjukkan dalamnya pemantauan AS terhadap pemerintah Jepang, mengindikasikan bahwa laporan intelijen dikumpulkan dan diproses dari sejumlah kementerian dan kantor-kantor pemerintah Jepang," ungkap WikiLeaks.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan pengetahuan mendalam mengenai perundingan internal Jepang terkait isu-isu perdagangan, nuklir, dan kebijakan perubahan iklim, serta hubungan diplomatik Tokyo dan Washington, katanya.

Kelompok itu juga menunjukkan penyadapan mengenai "strategi sensitif perubahan iklim" serta "isi arahan rahasia perdana menteri yang dilakukan di kediaman resmi (Perdana Menteri) Shinzo Abe".

Tidak disebutkan dengan spesifik mengenai penyadapan Abe namun para politisi senior menjadi target, termasuk Menteri Perdagangan Yoichi Miyazawa, sementara gubernur bank sentral Jepang Haruhiko Kuroda juga berada di bawah pemantauan intelijen AS, kata WikiLeaks.

Belum ada tanggapan dari Tokyo terkait laporan ini.

Klaim atas aksi memata-matai para pejabat perdagangan itu muncul di saat dimulainya pertemuan tingkat tinggi pekan ini di Hawaii, yang bertujuan untuk menuntaskan pembentukan blok besar perdagangan bebas yang mencakup 40 persen perekonomian dunia.

 Aksi mata-mata itu dilakukan sejak periode pertama pemerintahan Abe yang dimulai pada 2006, kata WikiLeaks. Abe kembali berkuasa pada akhir 2012.
Kelompok pengungkap aib ini mengatakan empat laporan diklasifikasikan sebagai "Sangat Rahasia" sementara satu lagi ditandai untuk menandakan bahwa ia bisa dirilis kepada negara-negara sekutunya Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru