Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Aquino Dukung Mendagri Roxas di Pilpres FIlipina 2015

- Sabtu, 01 Agustus 2015 12:02 WIB
332 view
 Aquino Dukung Mendagri Roxas di Pilpres FIlipina 2015
Manila (SIB)- Presiden Filipina Benigno Aquino, Jumat, menyatakan dukungan kepada sekutu lamanya, Manuel Roxas, maju dalam pemilihan presiden 2016 dan mengatakan bahwa menteri dalam negeri itu adalah orang terbaik untuk melanjutkan reformasi anti-korupsi.

"Kami memilih orang, yang pasti akan mengambil jalan lurus dan sempit," kata Aquino, merujuk pada perjuangannya melawan korupsi, yang disebutnya mengantarkan pada pertumbuhan ekonomi luar biasa di negara kepulauan miskin itu.

"Saya yakin orang itu tidak lain adalah Mar Roxas," kata presiden di hadapan anggota Partai Liberal dengan menyebutkan nama panggilan sang menteri.
Filipina akan memilih presiden baru pada Mei 2016. Para calon harus mendaftarkan diri sebelum berakhirnya batas waktu pada pertengahan Oktober.

Menteri dalam negeri diperkirakan akan bertarung melawan Wakil Presiden Jejomar Binay yang tengah diselidiki oleh penuntut khusus terkait tuduhan korupsi, dan senator terkemuka Grace Poe, yang juga mencari dukungan Aquino.

Pendukung berkostum kuning bertepuk tangan dan meneriakkan "Roxas sekarang" ketika cucu dari presiden pertama Filipina berusia 58 tahun itu menangis dan mengucapkan terima kasih kepada Aquino.

"Saya menerima tantangan ini," kata Roxas. "Saya tidak akan pernah menyimpang dari jalan yang lurus dan sempit."

Aquino mengatakan ia mewawancarai tiga kandidat potensial menjelang pernyataan dukungannya pada Jumat ini, dan akhirnya memilih Roxas, meskipun hasil jajak pendapatnya rendah.

Pengamat mengatakan pilihan Aquino tersebut penuh risiko.

"Di atas kertas, ia tampak seperti seorang teknokrat dan pengganti yang kompeten," kata Richard Javad Heydarian, profesor ilmu politik di Universitas De La Salle Manila kepada AFP.

"Namun ia kurang memiliki sentuhan populer," kata Heydarian mengenai mendagri yang memiliki keluarga kaya dengan salah satu pusat perdagangan terbesar di ibukota.

Berdasarkan atas hasil jajak pendapat, Roxas berada di belakang Binay, yang kebijakan populisnya sebagai wali kota distrik keuangan Manila memenangi hati warga miskin di kawasan itu.

Heydarian juga memperingatkan bahwa Roxas dan Poe bisa memecah basis dukungan Aquino sehingga memberi peluang bagi Binay.

Senator Poe, setelah memberikan ucapan selamat kepada Roxas dan berjanji akan mendukung perjuangan Aquino melawan korupsi, masih tetap malu-malu soal ambisi politiknya.

Aquino tidak boleh mencalonkan diri lagi berdasar ketentuan satu periode dalam konstitusi yang disetujui oleh almarhumah ibunya, mantan presiden dan ikon demokrasi Corazon Aquino pada 1987, untuk mencegah berulangnya kediktatoran selama 20 tahun pada masa Ferdinand Marcos.

"Saya tidak berkeinginan membuka kemungkinan bagi seseorang untuk tetap berkuasa sepanjang hidupnya," kata Aquino, dan menambahkan bahwa ia menolak seruan untuk mengubah konstitusi.

Ribuan pembangkang tewas ataupun hilang selama pemerintahan Marcos, yang dituduh menjarah miliaran dolar uang negara.

Ibu Aquino memimpin revolusi tak berdarah yang akhirnya menggulingkan Marcos pada 1986. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru