Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Tiongkok Selidiki Seorang Jenderal atas Kasus Korupsi

- Sabtu, 01 Agustus 2015 12:04 WIB
185 view
Tiongkok Selidiki Seorang Jenderal atas Kasus Korupsi
Beijing (SIB)- Seorang jenderal di Tiongkok akan diadili atas korupsi yang dilakukannya menjabat petinggi militer negara. Dia adalah jenderal kedua yang menemui nasib sama, membuktikan semakin gencarnya perang pemerintah Xi Jinping terhadap korupsi.

Seperti diberitakan Reuters, Jumat (30/7), Jenderal Guo Boxiong adalah wakil ketua Komisi Militer Pusat sebelum turun pada 2012. Penyelidikan kasusnya dimulai pada April lalu.  Sumber Reuters mengatakan, walau Guo diselidiki atas kasus korupsi kemungkinan dia tidak akan diadili karena menderita kanker.
Guo duduk di Komisi Militer Pusat yang membawahi salah satu pasukan tentara terbesar di dunia, berjumlah sekitar 2,3 juta personel, selama lebih dari 10 tahun. Dia bergabung di militer Tiongkok pada tahun 1961. Tahun 2006, dia pernah mengunjungi Amerika Serikat dan bertemu dengan menteri pertahanan saat itu Donald Rumsfeld.

Sebelumnya, Tiongkok juga menyelidiki kasus korupsi yang dilakukan oleh Xu Caihou, jenderal yang juga sama seperti Guo menjadi wakil ketua Komisi Militer Pusat. Xu meninggal akibat kanker kandung kemih Maret lalu. Oktober tahun 2014 dia mengaku menerima suap dalam jumlah besar sebagai imbalan menaikkan pangkat tentara.

Sebelum pensiun, kedua jenderal ini adalah pejabat tinggi militer di pemerintahan pendahulu Xi, Hu Jintao. Xi sendiri juga pernah menjadi wakil ketua dengan Guo dan Xu dari 2010-2012, sebelum menjabat ketua partai dan kepala komisi militer.

Dalam pernyataan yang dirilis pejabat Tiongkok melalui kantor berita Xinhua dan di situs Kementerian Pertahanan, penyelidikan menemukan Guo telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk naik pangkat dan menerima suap secara pribadi atau melalui keluarganya. "Tindakannya melanggar disiplin Partai Komunis dan memiliki dampak yang buruk," tulis pejabat Tiongkok melalui media. Guo telah dikeluarkan dari partai dan kasusnya akan dilimpahkan ke pengadilan militer.

Sementara seorang mantan kepala kepolisian wilayah Inner Mongolia dituding terlibat kasus pembunuhan. Mantan pejabat senior kepolisian Tiongkok ini juga tengah diselidiki atas kasus penyuapan dan kepemilikan senjata api ilegal.

Zhao Liping menjabat Kepala Kepolisian Inner Mongolia dari tahun 2005 hingga 2010. Namun dia sudah menjadi polisi selama tiga dekade sebelum pensiun. Pekan ini, Badan Antigratifikasi Tiongkok menyatakan, Zhao ditahan atas dugaan pembunuhan seorang wanita pada Maret lalu.

Komisi Pusat Inspeksi Disiplin pada Partai Komunis Tiongkok menyebut Zhao menerima suap, memiliki senjata api secara ilegal dan juga gemar berzinah. Anggota Partai Komunis Tiongkok seharusnya menegakkan moralitas publik dan dilarang untuk memiliki hubungan di luar pernikahan. "Terlepas dari kasus tersebut, penyelidikan polisi menemukan bahwa Zhao Liping merupakan tersangka pembunuhan," demikian pernyataan Komisi Pusat Inspeksi Disiplin.

Dalam pernyataannya, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin juga menyatakan bahwa Zhao telah dikeluarkan dari Partai Komunis. Harta hasil korupsi milik Zhao pun disita. Pihak Partai Komunis menyerahkan penyelidikan kasus Zhao kepada otoritas kehakiman Tiongkok, yang berarti dia akan segera diadili.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal kasus pembunuhan yang menjerat Zhao. Pihak Zhao belum bisa dimintai komentar terkait kasus ini. Wilayah Inner Mongolia memiliki sumber daya batu bara terbesar di Tiongkok. Wilayah ini secara strategis terletak di bagian utara Tiongkok, dekat perbatasan Rusia dan Mongolia. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru