Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pesawat Pribadi Jatuh, Keluarga Bin Laden Diduga Tewas

- Minggu, 02 Agustus 2015 14:12 WIB
398 view
Pesawat Pribadi Jatuh, Keluarga Bin Laden Diduga Tewas
SIB/Daniel Leal-Olivas/PA via AP UNITED KINGDOM OUT
Serpihan pesawat Embraer Phenom 300 masih tergeletak di ujung landasan Bandara Blackbushe yang saat berusaha mendarat, Jumat (31/7). Arab Saudi mengumumkan kecelakaan itu menewaskan keluarga Osama bin Laden.
London (SIB)- Sebuah jet pribadi jatuh di selatan Inggris pada Jumat (31/7), menewaskan empat orang di dalamnya. Juru bicara polisi Hampshire, media Arab dan Inggris mengatakan bahwa penumpang tewas merupakan keluarga dari pemimpin al-Qaidah, Osama Bin Laden. “Sayangnya, tidak ada yang selamat. Ada empat orang di dalam pesawat termasuk pilot,” kata juru bicara polisi Inggris, tanpa menyebutkan identitas mereka.

Tanpa mengkonfirmasi identitas para korban, Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf Al Saud, menyampaikan belasungkawa pada akun resmi Twitter Kedutaan untuk keluarga bin Laden, klan terkemuka di Arab Saudi, dengan jaringan bisnis yang luas.

"Yang Mulia Pangeran Mohammed bin Nawaf bin Abdul Aziz, Duta Besar Penjaga Dua Masjid Suci untuk Inggris, menyampaikan belasungkawa kepada anak-anak almarhum Mohammed bin Laden dan kerabat mereka untuk insiden kecelakaan pesawat yang membawa anggota keluarga di bandara Balckbushe," katanya lewat Twitter. Kedutaan Saudi mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk menyelidiki insiden tersebut dan untuk memastikan percepatan penyerahan jasad untuk pemakaman dan penguburan di kerajaan.

Surat kabar al-Hayat milik Saudi, mengutip pernyataan Otoritas Jenderal Perhubungan Udara Saudi (GACA), mengatakan di situsnya bahwa pesawat Embraer Phenom 300 dengan tiga penumpang dan pilot jatuh saat lepas landas dari bandara Blackbushe. Pernyataan itu tidak mengidentifikasi korban, namun beberapa media Arab mengindikasikan bahwa mereka adalah kerabat Osama bin Laden, yang ditembak mati pasukan AS di Pakistan pada 2011.

Berdasarkan hasil pemeriksaan registrasi pesawat oleh pihak otoritas bandara, pesawat buatan perusahaan Embraer asal Brasil tersebut, dimiliki oleh Salem Aviation of Jeddah, yang merupakan bagian dari Bin Laden Group.

Uniknya, nomor registrasi pesawat, yaitu HZ-IBN, pernah digunakan oleh ayah Osama Bin Laden, Mohammed. Mohammed diketahui tewas, saat pesawat Beechcraft 18 yang ia terbangkan jatuh, ketika hendak mendarat di Usran, Arab Saudi, pada 1967 silam.

Kakak tertua Osama, Salem, yang namanya digunakan sebagai nama perusahaan, juga tewas dalam kecelakaan pesawat. Hingga saat ini, pihak bandara dan kepolisian tengah menyelidiki siapa saja penumpang dari pesawat yang jatuh di acara lelang mobil tersebut.

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Saudi, pihak Air Accidents Investigation Branch (AAIB) yang akan melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. Berdasarkan kesaksian Andrew Thomas, yang hendak membayar mobil pada saat itu, ada bola api dari burung besi tersebut. "Aku melihatnya ketika baru saja terjadi, dan bisa melihat pesawat dan mobil terbakar. Pesawat menghujam mobil dan meledak," katanya.

Barry Wright yang berada di gudang ketika kecelakaan itu terjadi mengatakan muncul bola api pada pesawat sekitar 60 detik. "Terdengar seperti sebuah rudal, sangat keras, diikuti oleh beberapa ledakan. Semua orang dievakuasi dari area itu dan orang-orang berteriak "keluar"," ucap Wright.

Saksi lainnya, Robert Belcher mengatakan ia melihat kepulan asap, ketika melewati bandara dalam perjalanan pulang ke rumah. "Aku bisa melihat segumpal asap membumbung di angkasa, sekitar lima mil jauhnya. Aku berharap itu hanya api dari kebakaran mobil, bukan kecelakaan pesawat. Tapi rupanya ada pesawat meluncur ke bawah dan tidak bisa berhenti," ucap Belcher. "Pada ujung landasan terdapat tempat parkir mobil, karena bandara digunakan untuk lelang mobil." tambah Belcher.

Polisi Hampshire mengatakan petugas dipanggil ke tempat kejadian sekitar pukul 15.09 waktu setempat. Polisi telah memperingatkan orang-orang untuk menghindari daerah itu. Inspektur Olga Venner mengatakan polisi Hampshire sedang melakukan investigasi bersama dengan AAIB. Dia juga mendesak orang yang memiliki rekaman gambar dan video untuk menghubungi pihak berwenang.(Detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru