Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

PBB Tuding Perusahaan Minyak Inggris Suap Pejabat Somalia

- Rabu, 05 Agustus 2015 13:58 WIB
176 view
PBB Tuding Perusahaan Minyak Inggris Suap Pejabat Somalia
New York (SIB)- Tim pakar dari PBB menuding perusahaan minyak Inggris, Soma Oil and Gas, telah memberikan sejumlah uang besar kepada Kementerian Energi Somalia sehingga menyebabkan "konflik kepentingan yang serius," karena sebagian uang tersebut digunakan untuk menyuap sejumlah pejabat senior.

Dalam laporan yang ditujukan untuk komite Dewan Keamanan PBB, tim pakar itu mengatakan bahwa Soma telah memberikan uang senilai hampir 600.000 dolar AS sebagai bagian dari upaya memperluas kontrak eksplorasi energi yang ditandatangani pada 2013 lalu.

Menurut laporan dari tim bernama Somalia and Eritrea Monitoring Group tersebut, Soma juga memberikan uang sebesar 495.000 dolar AS kepada seorang pengacara yang mewakili pemerintah Somalia saat kedua pihak bernegosiasi. Tudingan dari laporan yang sama kemudian membuat lembaga negara Inggris, Serious Fraud Office (SFO) menggelar penyelidikan terhadap Soma, demikian kata sejumlah sumber yang mengetahui hal tersebut.

Sementara itu Somalia and Eritrea Monitoring Group mengatakan, bukti yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pembayaran yang dilakukan Soma "telah menciptakan konflik kepentingan dan dalam beberapa kasus nampak ditujukan untuk membiayai suap sistematis kepada pejabat senior kementerian."

Soma sendiri membantah telah melakukan suap, dan menyatakan bahwa kontrak eksplorasi diberikan oleh kabinet Somalia, bukan anggota kementerian minyak. Menteri Perminyakan Somalia Mohamed Mukhtar Ibrahim menolak berkomentar.

Menurut laporan tim pemantau PBB, Direktur Soma Robert Sheppard mengakui bahwa pembayaran oleh perusahaannya ditujukan sebagai bagian dari "Capacity Building Agreement" yang diminta oleh pemerintahan Somalia. Uang itu ditujukan untuk mempekerjakan pakar-pakar lokal dan asing di bidang geologi dan industri minyak. Namun demikian, tim pemantau PBB menuding bahwa uang pembangunan kapasitas itu sebenarnya ditujukan agar kementerian minyak melindungi Soma saat kementerian keuangan Somalia menggelar pemeriksaan terhadap semua kontrak.

Di Inggris, Soma dikepalai oleh Michael Howard yang pernah menjabat sebagai ketua Partai Konservatif sebelum digantikan oleh David Cameron--sekarang perdana menteri. Soma mendapatkan kontrak eksklusif pada 2013 untuk melakukan survei seismik di 12 blok minyak dan gas seluas total 60.000 km persegi.

Dalam kontrak yang sama, Soma juga berhak memilih blok manapun untuk dieksploitasi jika survei sudah selesai. (Rtr/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru