Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Filipina Tetap Bahas Reklamasi Laut Tiongkok Selatan Meski Beijing Keberatan

- Rabu, 05 Agustus 2015 14:44 WIB
214 view
Filipina Tetap Bahas Reklamasi Laut Tiongkok Selatan Meski Beijing Keberatan
Kuala Lumpur (SIB)- Filipina akan tetap membahas persoalan reklamasi di wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan dalam pertemuan antar-menteri luar negeri ASEAN meski Beijing menyatakan keberatan, kata menteri Luar Negeri Albert Del Rosario, Selasa (4/8). Del Rosario mengatakan pihaknya sudah siap menurunkan ketegangan mengenai sengketa wilayah jika Tiongkok dan negara-negara lain yang terlibat sepakat untuk terikat dalam peraturan yang sama. Dia menambahkan, Filipina berencana membahas persoalan itu dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-48, yang akan dibuka di Kuala Lumpur. Komentar itu disampaikan satu hari setelah Tiongkok menyatakan keberatan untuk mendiskusikan hal yang sama dalam pertemuan ASEAN.

Tiongkok sendiri bukan merupakan anggota ASEAN. Namun, perwakilan dari negara tersebut akan hadir di Kuala Lumpur bersama sejumlah pemantau dari negara-negara lain, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. Amerika Serikat sendiri sebelumnya juga mendesak agar reklamasi di wilayah sengketa Laut Tiongkok Selatan segera dihentikan. "Filipina sepenuhnya mendukung desakan Amerika Serikat soal penghentian reklamasi, konstruksi dan tindakan agresif yang dapat memperparah ketegangan," kata Del Rosario dalam pernyataan tertulis. Meski tidak masuk dalam agenda resmi, persoalan sengketa wilayah diperkirakan akan menjadi topik hangat dalam pertemuan di Kuala Lumpur.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam juga mengatakan bahwa persoalan Laut Tiongkok Selatan tidak bisa diabaikan. Dia menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum puas terhadap pedoman perilaku informal yang ditandatangani ASEAN dan Tiongkok pada 2002 lalu. "Laut Tiongkok Selatan adalah persoalan. Kami tidak dapat berpura-pura bahwa hal tersebut bukan merupakan masalah," kata dia.

Dukungan yang sama untuk membahas sengketa wilayah juga muncul dari Kerry. Pada Selasa (4/8), dia mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin agar negara-negara Asia Tenggara "bekerja sama mencegah persoalan kecil menjadi besar." Namun demikian, Malaysia yang menjadi ketua ASEAN tahun ini justru bersikap sebaliknya dan menegaskan bahwa sengketa wilayah tidak akan dibahas.

Dalam pidato pembukaan pada Selasa, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan ASEAN harus memainkan peran penting dalam pencapaian solusi yang "bersahabat" dalam sengketa wilayah. Tiongkok sendiri mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Tiongkok Selatan, termasuk di daerah yang terletak jauh dari daratan negara tersebut. Selain Beijing, pihak yang bersengketa adalah Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darusalam. (Rtr/Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru