Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

PM Malaysia Pastikan Puing Pesawat di La Reunion dari MH370

* Keluarga Korban di China Tidak Percaya
- Jumat, 07 Agustus 2015 11:45 WIB
283 view
PM Malaysia Pastikan Puing Pesawat di La Reunion dari MH370
Seorang keluarga korban penumpang MH370 asal China melampiaskan kemarahannya di kantor perwakilan Malaysian Airlines, di Beijing menyusul pernyataan PM Malaysia, Kamis (6/8) yang memastikan bahwa puing yang ditemukan di Pulau La Reunion, Samudera Hindia m
Kuala Lumpur (SIB)- Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak memberikan pernyataan kepastian puing yang ditemukan di Pulau La Reunion, Samudera Hindia, memang bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370. Najib memastikan pesawat yang hilang misterius pada 17 bulan lalu, telah jatuh.

"Hari ini, 515 hari sejak pesawat menghilang, dengan sangat berat hati saya harus menyampaikan bahwa tim pakar internasional telah memastikan puing-puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion memang dari MH370," kata Perdana Menteri Najib Razak kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP, Kamis (6/8). "Kami sekarang memiliki bukti fisik itu, seperti yang saya umumkan pada tanggal 24 Maret tahun lalu, penerbangan MH370 berakhir tragis di Samudera Hindia selatan," sambungnya.

Namun peneliti serta maskapai penerbangan menurut Najib masih belum mendapat jawaban atas pertanyaan sulit mengenai penyebab pesawat jenis Boeing 777 tersebut mengalihkan rute penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada tanggal 8 Maret 2014.

Pesawat MH370 yang berbelok di atas Samudera Hindia dan terbang selama berjam-jam setelah sistem komunikasi dan radar dimatikan, tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah penerbangan. "Saya ingin meyakinkan kepada semua  yang terkena dampak tragedi ini, bahwa pemerintah Malaysia berkomitmen untuk melakukan segala sesuatu guna menemukan kebenaran dari apa yang terjadi," katanya. "Hilangnya MH370 menandai kita sebagai bangsa. Kami berduka dengan Anda, sebagai bangsa," tuturnya.

Alasan Malaysia

Ada alasan kuat otoritas Malaysia mengumumkan kepastian puing pesawat di Pulau La Reunion memang bagian dari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Segel perawatan dan warna pada puing itu cocok dengan catatan maskapai MAS. Otoritas Malaysia menghormati dan mendukung keputusan otoritas Prancis yang masih melanjutkan analisis terhadap puing sayap pesawat atau flaperon tersebut.

Pulau La Reunion merupakan bagian wilayah kedaulatan Prancis, sehingga otoritas Prancis memiliki hak untuk melanjutkan penyelidikan. "Kami mengapresiasi tim Prancis dan mendukung serta menghormati keputusan mereka untuk melanjutkan verifikasi," ucap Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai seperti dilansir Reuters, Kamis (6/8).

Namun Liow juga menyatakan, otoritas Malaysia memiliki alasan kuat yang membuat mereka yakin dan berani mengumumkan kepada publik bahwa flaperon di La Reunion benar merupakan bagian dari MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014 lalu. "Kesimpulan ini dicapai ketika rincian teknis pada flaperon cocok dengan catatan MAS," terang Liow seperti dilansir media Malaysia, The Star.

Rincian teknis yang dimaksud adalah segel pada flaperon yang ditemukan di La Reunion dinyatakan cocok dan sesuai dengan catatan perawatan MH370 milik MAS. Kemudian warna cat pada flaperon di La Reunion juga cocok dengan cat pada MH370 yang hilang. Dengan dua kecocokan itu, Liow menyatakan, penyidik Malaysia yang ada di Prancis, termasuk Departemen Penerbangan Sipil dan pihak MAS akhirnya sepakat untuk mengumumkan kepastian ini kepada publik.

Tidak Percaya

Reaksi keras diberikan oleh keluarga korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Beijing, China. Mereka marah dan tidak percaya bahwa puing pesawat di La Reunion benar berasal dari MH370. Pengumuman kepastian puing sayap pesawat atau flaperon yang ditemukan di Pulau La Reunion, pekan lalu, benar merupakan bagian dari MH370 yang hilang, disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Namun keluarga korban tidak begitu saja percaya dengan klaim tersebut.

"Cari orang-orangnya (penumpang MH370) untuk kami. Kami mencurigai puing pesawat itu palsu. Bagian yang sudah digunakan dan ditukar dalam perawatan bisa saja dilemparkan ke sana, tapi orang-orangnya tidak bisa ditemukan," ujar salah satu keluarga korban, Liu Kun yang adik laki-lakinya ada di dalam MH370, kepada Reuters via telepon, Kamis (6/8).

Liu menuturkan, bahwa otoritas Malaysia maupun China tidak memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga korban sebelum menyampaikan pengumuman tersebut. Liu juga mempermasalahkan sikap otoritas terkait yang mengabaikan permintaan keluarga korban untuk memeriksa data keamanan bandara atau rekaman video keamanan ketika para penumpang MH370 masuk pesawat. "Saya tidak percaya informasi apapun yang diberikan oleh pemerintah Malaysia," tegasnya.

Keluarga korban asal China lainnya menyerukan lebih banyak fakta, bukan hanya dugaan terkait kepastian keluarga tercinta mereka yang ada di dalam MH370. Sekitar 10 anggota keluarga korban menyerbu kantor maskapai MAS di Beijing untuk menuntut kebenaran soal MH370. "Apa arti puing kecil jika dibandingkan dengan pesawat seberat 230 ton? Kenapa mereka berusaha membodohi kita? Untuk memaksa kita menerima uang kompensasi? Tentu kami tidak akan menerimanya," ucap Zhang Meiling yang putrinya ada di dalam MH370. Keluarga korban lainnya berniat mendorong pemerintah Malaysia untuk membawa mereka ke Pulau La Reunion, tempat puing MH370 ditemukan. (AFP/Rtr/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru