Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Cari Serpihan Lain MH370, Prancis Kerahkan Armada Maritim dan Udara

- Sabtu, 08 Agustus 2015 14:07 WIB
351 view
 Cari Serpihan Lain MH370, Prancis Kerahkan Armada Maritim dan Udara
Paris (SIB)- Prancis menyepakati untuk mengerahkan kemampuan sumber daya udara dan maritim, guna mencari kemungkinan serpihan-serpihan MH370 di perairan Samudera Hindia. Menyusul ditemukannya puing di kepulauan La Reunion serta benda-benda yang diduga dari pesawat yang hilang sejak 17 bulan lalu.

Kementerian Pertahanan Prancis dalam keterangan resmi yang dikutip AFP mengatakan, pengerahan sumber daya udara dan maritim ini adalah bagian dari upaya pencarian dan penyelidikan kembali hilangnya MH370. Pencarian nantinya difokuskan kepada pencarian puing-puing yang diduga berasal dari MH370. Upaya pengerahan ini sendiri adalah atas permintaan Presiden dan Perdana Menteri.

"Telah diputuskan, atas permintaan presiden dan perdana menteri, dan untuk menanggapi kebutuhan penyelidikan, untuk menggunakan sumber daya tambahan udara dan laut untuk mencari kemungkinan adanya puing-puing baru di sekitar Reunion," keterangan Kementerian Pertahanan dalam pernyataan resminya, Kamis (6/8).

Pemerintah Malaysia telah mengumumkan bahwa bagian sayap yang ditemukan di Reunion adalah bagian dari MH370 yang hilang sejak Maret 2014. Pesawat membawa 239 penumpang dan kru dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing.

Sementara keluarga para penumpang asal China menuntut untuk pergi ke Pulau La Reunion, Samudera Hindia, tempat ditemukannya puing sayap yang telah dipastikan sebagai bagian dari pesawat MH370. Sebagian besar penumpang MH370 yang hilang tahun lalu adalah warga negara China. Sekitar 30 anggota keluarga hari ini berkumpul di luar gedung kantor dekat bandara utama Beijing, dengan harapan untuk bertemu pejabat-pejabat Malaysia.

"Permintaan kami adalah pergi ke Pulau Reunion dan mencari sendiri," tutur Hu Xiufang yang tiga anggota keluarganya, termasuk putranya menjadi korban tragedi MH370. "Semua keluarga ingin pergi ke sana," imbuh wanita tersebut. "Malaysia adalah negara yang bertanggung jawab dan mereka harus mengurus dokumen-dokumen terkait (untuk pergi ke Reunion)," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Lu Zhanzhong. Menurutnya, pergi ke Pulau Reunion merupakan satu-satunya cara untuk memastikan apa yang terjadi. "Kami ingin pergi ke pulau itu dan melihat kebenarannya. Saya ingin melihat apakah barang-barang putra saya ada di sana," imbuh pria China itu.

Sebelumnya pada Kamis, 6 Agustus kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa temuan puing sayap di Pulau La Reunion adalah bagian dari pesawat MH370 yang hilang tahun lalu. Kemudian Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan, benda-benda lainnya seperti jendela dan bantal kursi juga telah ditemukan di Reunion. Namun apakah benda-benda itu terkait MH370 masih harus diverifikasi oleh otoritas Prancis, mengingat Reunion masuk dalam wilayah kedaulatan Prancis.

Pernyataan polisi serupa dengan Badan Koordinasi Pusat Australia, yang membantu mengkoordinasikan lokasi pencarian pesawat hilang. Lembaga ini pada Rabu (5/8) menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa puing pesawat lainnya akan ditemukan dalam waktu dekat.

"Sejumlah puing lainnya telah diserahkan kepada polisi di Pulau Reunion. Sementara ini (puing tersebut) sedang diperiksa, dan sejauh ini (puing itu) nampaknya berasal dari sebuah pesawat," bunyi pernyataan dari Badan Koordinasi Pusat Australia. Meski demikian, Australia tidak memimpin pencarian puing di Pulau Reunion maupun pulau lainnya di Samudra Hindia bagian barat. Malaysia memimpin seluruh penyelidikan tersebut. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru