Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Jepang Peringati 70 Tahun Bom Atom Nagasaki

- Senin, 10 Agustus 2015 11:43 WIB
300 view
Jepang Peringati 70 Tahun Bom Atom Nagasaki
SIB/AP Photo/Eugene Hoshiko
PM Jepang Shinzo Abe bersiap meletakkan karangan bunga saat menghadiri 70 tahun jatuhnya bom atom di Nagasaki, Minggu (9/8). Abe menegaskan posisi Jepang untuk tetap berkomitmen mencegah kerusakan yang sama akibat nuklir dialami negara lain.
Nagasaki (SIB)- Warga Jepang, Minggu (9/8), memperingati peristiwa bom atom Nagasaki yang terjadi  70 tahun yang lalu. Upacara peringatan tersebut berlangsung di Nagasaki Peace Park dengan diikuti oleh ribuan orang warga, korban yang selamat serta tamu-tamu termasuk Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe. Upacara peringatan dihadiri tamu dari 75 negara, termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Acara peringatan itu, anak-anak membacakan sebuah deklarasi perdamaian.

Tepat pukul 11.02 waktu setempat, suara bel yang menandai waktu terjadinya tragedi 70 tahun lalu terdengar. Semua yang hadir mengheningkan cipta untuk mengenang para korban peristiwa yang memaksa Jepang menyerah pada sekutu dalam Peran Dunia II. Walikota Nagasaki Tomihisa Taue kemudian memberikan deklarasi perdamaian yang dibarengi dengan kritik terhadap kebijakan PM Abe, yang mencabut pembatasan kekuatan militer Jepang.

Dalam pidatonya, Abe menegaskan posisi Jepang untuk tetap berkomitmen mencegah kerusakan yang sama akibat nuklir dialami negara lain. "Sebagai satu-satunya negara di dunia yang pernah menderita akibat serangan nuklir, saya perbarui kembali komitmen kami untuk memainkan peranan penting dalam menciptakan dunia tanpa senjata nuklir dan mempertahankan tiga prinsip non-nuklir," kata Abe. Tiga prinsip non-nuklir adalah kebijakan yang dianut Jepang sejak lama untuk tidak memiliki atau memproduksi senjata nuklir dan tidak akan membiarkan siapa pun atau negara mana pun membawa senjata itu ke Jepang.

Kendati Abe berkomitmen pada tiga prinsip itu, namun banyak warga Jepang yang menyangsikannya. Pasalnya, Jepang dianggap mulai goyah dalam menerapkan militer damai yang telah dianut pasca Perang Dunia II. Tahun lalu Abe mengadopsi resolusi baru tahun lalu soal konstitusi damai Jepang dengan memperbolehkan tentara untuk berperang demi mempertahankan diri atau membela sekutu jika diserang.

Akibat langkah ini, Abe menuai protes dan tingkat popularitasnya menurun. Perdebatan di parlemen juga masih berlangsung, salah satunya soal kemungkinan digunakannya militer Jepang untuk membantu pengiriman senjata nuklir negara sekutu.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh perwakilannya dalam upacara peringatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Nagasaki harus menjadi peristiwa terakhir yang melibatkan senjata nuklir.

“Nagasaki harus menjadi yang terakhir. Kita tidak bisa mengizinkan penggunaan senjata nuklir di masa mendatang. Konsekuensi kemanusiaan dari hal itu terlalu besar. Tidak ada lagi (peristiwa) Nagasaki, tidak ada lagi (peristiwa) Hiroshima,” demikian isi pernyataa tersebut.

Peristiwa bom atom Nagasaki hanya berselang tiga hari dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Ironisnya, Nagasaki menjadi sasaran bom atom hanya karena sasaran sebenearnya, Kota Kokura tidak terlihat karena terhalang oleh awan.

Efek dari dijatuhkannya bom atom di Kota ini begitu dahsyat. Seperti halnya peristiwa Hiroshima, kota itu langsung luluh lantak, dan sedikitnya 70 ribu nyawa manusia hilang saat ledakan terjadi, beberapa korban yang selamat pun masih menderita akibat radiasi yang dihasilkan.

Misa memperingati tragedi tersebut juga digelar di sebuah katedral. Bangunan tersebut telah dibangun kembali setelah hancur saat pengeboman Amerika Serikat itu. Sebanyak 70.000 orang tewas dalam serangan yang digencarkan Amerika Serikat, hanya 3 hari setelah bom lain dijatuhkan di Hiroshima, Jepang pada 6 Agustus 1945. Nagasaki saat itu dipilih oleh AS karena kota yang merupakan target awal, Kokura, tertutup oleh awan. (BBC/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru