Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

ISIS Penggal Arkeolog Suriah dan Gantung Jasadnya

- Kamis, 20 Agustus 2015 13:42 WIB
411 view
ISIS Penggal Arkeolog Suriah dan Gantung Jasadnya
Suriah (SIB)- Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memenggal seorang arkeolog di kota kuno Palmyra, Suriah. Jasad arkeolog ini kemudian digantung di salah satu tiang di alun-alun utama situs bersejarah tersebut. ISIS merebut kota Palmyra dari tentara Suriah pada Mei lalu. Namun tidak diketahui secara pasti apakah militan radikal ini menghancurkan bangunan bersejarah di kota tersebut, meskipun mereka dikenal kerap merusak artefak karena dianggap berhala.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/8), arkeolog yang dipenggal ISIS diidentifikasi sebagai Khaled Asaad yang berusia 82 tahun. Asaad diketahui telah mengepalai Departemen Barang Antik di Palmyra selama 50 tahun. Kepala Departemen Urusan Benda Antik Suriah, Maamoun Abdulkarim menyatakan, pihak keluarga Asaad memberitahu pihaknya bahwa Asaad telah dieksekusi mati ISIS pada Selasa (18/8). Asaad dieksekusi setelah ditahan ISIS selama lebih dari sebulan terakhir.

"Membayangkan seorang cendekiawan yang memberikan pengabdian yang tak terbatas pada situs bersejarah dan sejarah itu sendiri, telah dipenggal ... dan jasadnya masih tergantung di salah satu tiang kuno di pusat alun-alun Palmyra," tutur Abdulkarim. "Keberadaan kriminal di kota ini adalah kutukan dan pertanda buruk (bagi Palmyra) dan setiap tiang serta setiap puing arkeologi di dalamnya," imbuhnya.

Asaad dikenal atas beberapa karya ilmiahnya yang dipublikasikan pada sejumlah jurnal arkeologi internasional. Selama beberapa dekade terakhir, Asaad bekerja sama dengan misi arkeologi Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Swiss dalam meneliti puing Palmyra yang berusia 2 ribu tahun.

Tewaskan 11 Orang
Aksi bom bunuh diri menewaskan 11 orang di kota Qamishli, Suriah. Pengebom bunuh diri tersebut menargetkan pasukan keamanan Kurdi. "Seorang pengebom bunuh diri dalam kendaraan menargetkan markas Asayish setempat di Qamishli," kata Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights, organisasi pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris.

Dikatakan Abdel Rahman seperti dilansir AFP, Rabu (19/8), 10 dari 11 korban tewas merupakan anggota Asayish, pasukan keamanan Kurdi. Dan satu orang lagi merupakan warga sipil. "Itu ledakan masiv. Ada setidaknya 14 warga sipil yang telah terluka," tutur Abdel Rahman. Dikatakannya, pasukan keamanan Kurdi telah menutup daerah tersebut yang berada di distrik industri Qamishli, kota mayoritas Kurdi di provinsi Hasakeh, Suriah timur laut.

Kantor berita resmi Suriah, SANA menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 13 orang, tanpa menjelaskan apakah korban tewas termasuk warga sipil. Menurut SANA, sekitar 50 orang mengalami luka-luka dalam serangan bom itu. Menurut Arin Shekhmos, jurnalis lokal di Qamishli, ledakan bom tersebut bisa terdengar di seluruh penjuru kota tersebut. Kota Qamishli, sama-sama berada di bawah kendali otoritas Kurdi dan rezim Suriah. Kota tersebut telah menjadi target beberapa serangan bom tahun ini. (Rtr/AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru