Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Buru Tersangka Bom Bangkok, Polisi Naikkan Imbalan Jadi Rp 1,1 M

- Sabtu, 22 Agustus 2015 14:28 WIB
147 view
Buru Tersangka Bom Bangkok, Polisi Naikkan Imbalan Jadi Rp 1,1 M
Bangkok (SIB)- Kepolisian Thailand menaikkan imbalan untuk penangkapan tersangka utama bom Bangkok. Kini, imbalan sebesar 3 juta baht atau setara Rp 1,1 miliar menanti siapa saja yang bisa memberikan informasi yang berujung penangkapan tersangka utama. Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Jumat (21/8), Kepala Kepolisian Nasional Thailand Jenderal Polisi Somyot Pumpunmuang mengumumkan imbalan untuk informasi penangkapan tersangka utama dinaikkan hingga tiga kali lipat.

Polisi Thailand sebelumnya menetapkan imbalan 1 juta baht (Rp 389 juta) bagi informasi terkait tersangka utama, yang hingga kini masih dalam pengejaran. Polisi telah menyebarkan sketsa wajah tersangka utama yang diyakini warga negara asing, beserta ciri-cirinya.

Somyot menambahkan, pejabat otoritas setempat diminta untuk tidak banyak berbicara kepada media karena banyaknya keterangan yang kontradiksi mengenai penyelidikan bom Bangkok. Proses penyelidikan hingga kini masih terus berlanjut. Disebutkan bahwa polisi Thailand kini mencari seorang wanita berkaos hitam yang terekam CCTV di lokasi kejadian. Tidak disebut lebih lanjut dugaan keterkaitan wanita ini dengan ledakan tersebut. "Saya mendorong wanita itu untuk mendatangi polisi demi menyampaikan informasi," tutur juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri kepada wartawan setempat, seperti dilansir CNN, Jumat (21/8). Prawut tidak menyebutkan secara rinci ciri-ciri wanita yang dicari tersebut. "Wanita mengenakan kaos hitam," sebutnya.

Sedangkan dua pria yang sempat diduga komplotan tersangka utama, akhirnya dilepaskan setelah salah satu menyerahkan diri dan diinterogasi polisi. Kedua pria yang sebelumnya disebut tersangka berkaos merah dan berkaos putih, diungkapkan sebagai seorang pemandu wisata Thailand dan turis asal China.

Pria Thailand itu, lanjut Prawut, menjelaskan dirinya hanya mengantarkan si pria China berkunjung ke Kuil Erawan pada hari ledakan terjadi. Pria China itu sendiri sudah pulang ke negaranya selang sehari setelah ledakan terjadi pada Senin (17/8).

Awalnya, kedua pria yang disebut berkaos merah dan berkaos putih yang terekam CCTV berdiri di dekat tersangka utama bom Bangkok, diyakini merupakan komplotan. Otoritas Thailand memang terkesan memberikan informasi yang tidak valid dan terkadang saling bertentangan, dalam perburuan tersangka bom Bangkok. Namun demikian, otoritas Thailand masih meyakini bahwa pria berkaos kuning dalam CCTV, merupakan tersangka utama bom Bangkok.

Kembali ditekankan oleh Somyot kepada wartawan, otoritas Thailand meyakini ledakan di dekat Kuil Erawan pada Senin (17/8) malam bukan didalangi oleh jaringan teroris internasional. Kesimpulan ini, menurut Somyot, dicapai setelah berkonsultasi dengan Interpol dan badan intelijen asing.

Gelar Doa Bersama

Pejabat pemerintah dan kepolisian Thailand menggelar acara doa bersama untuk mendoakan para korban ledakan bom Bangkok. Sementara itu, belum ada perkembangan terbaru dalam penyelidikan mencari tersangka dan motifnya. Doa bersama umat lintas agama ini digelar di Kuil Erawan, Bangkok yang menjadi lokasi ledakan. Sejauh ini, ledakan yang terjadi pada Senin (17/8) telah menewaskan 21 orang, termasuk belasan warga negara asing termasuk satu WNI.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/8), Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan dan Kepala Kepolisian Nasional Thailand Somyot Pumpanmuang hadir dalam doa bersama ini. Disebutkan ratusan orang hadir dalam upacara untuk mendoakan korban tewas maupun korban luka.

Saat ditanya soal perkembangan penyelidikan, Somyot mengulang kembali informasi yang sudah disampaikan sebelumnya. Dia menyebut dugaan tersangka utama bagian dari jaringan yang lebih besar, yang sedikitnya terdiri atas 10 orang dan serangan ini direncanakan dengan matang sebulan sebelumnya. "Kami masih belum memiliki informasi soal kelompok teroris internasional dan masih berpikir tidak ada keterkaitan dengan terorisme internasional," ucap Somyot kepada wartawan usai menghadiri doa bersama ini. "Yang sudah jelas adalah serangan ini dimaksudkan untuk mendiskreditkan pemerintah, menghancurkan kepercayaan publik dan membuat turis ketakutan hingga tidak mengunjungi Thailand," imbuhnya.

Sejauh ini, satu-satunya bukti solid ialah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria muda yang diduga sengaja meninggalkan ransel berisi bom di kompleks Kuil Erawan, pada Senin (17/8) malam. Otoritas Thailand menduga pria muda itu kemungkinan warga negara asing atau bisa juga seorang pria Thailand yang sengaja menyamar menjadi warga negara asing. (BangkokPost/Rtr/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru