Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

AS Klaim Orang Nomor 2 ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Irak

* ISIS Hancurkan Biara Kristen Kuno di Suriah
- Minggu, 23 Agustus 2015 15:22 WIB
145 view
AS Klaim Orang Nomor 2 ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Irak
Washington (SIB)- Gedung Putih Amerika Serikat menyatakan orang nomor dua di jajaran militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tewas dalam serangan udara di Irak. Tokoh ISIS yang tewas ini disebut sebagai deputi senior pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. "Fadhil Ahmad al-Hayali, yang juga dikenal sebagai Hajji Mutazz ... tewas dalam serangan udara militer AS pada 18 Agustus saat bepergian dengan kendaraan di dekat Mosul, Irak, bersama dengan anggota ISIL (nama lain ISIS) bagian media bernama Abu Abdullah," terang juru bicara Gedung Putih, Ned Price seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/8).

"Kematiannya tentu akan berdampak negatif pada operasi ISIL merujuk bahwa pengaruhnya (Hayali) luas pada sektor keuangan, media, operasi, dan logistik ISIL," imbuhnya.

Gedung Putih menyebut orang nomor dua di ISIS ini merupakan koordinator utama dalam penyaluran senjata, peledak, kendaraan maupun militan antara Irak dengan Suriah. Hayali bertanggung jawab atas operasi di Irak dan dia merupakan sosok di balik rencana serangan ISIS di Mosul, pada Juni 2014 lalu.
Terlepas dari itu semua, ini bukan pertama kalinya AS mengumumkan kematian Hayali. Pada Desember 2014 lalu, beberapa pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya menyebut, Hayali merupakan salah satu tokoh senior ISIS yang tewas dalam serangan koalisi AS. Saat itu pejabat AS menyebut Hayali dengan nama samaran yang lain, yakni Abu Muslim al-Turkmani.

Hayali pernah menjadi salah satu personel militer Irak di bawah pemerintahan Saddam Hussein, bahkan dia berpangkat Letnan Kolonel saat itu. Hayali kemudian ditangkap tentara AS di Irak dan ditahan di Camp Bucca. Diduga kuat, Hayali bergabung dengan pendahulu ISIS, Al-Qaeda di Irak, usai bebas dari Camp Bucca. Militer AS dan sekutunya melancarkan serangan udara hampir setiap hari terhadap target-target ISIS di Irak dan juga Suriah. Bulan lalu, serangan drone atau pesawat tak berawak AS menewaskan pemimpin senior ISIS di Raqqa, Suriah.

ISIS Hancurkan Biara Kristen Kuno
Kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS menghancurkan biara kuno Kristen di Provinsi Homs di barat laut Suriah. Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang berpusat di Inggris mengatakan bangunan dari abad ke-5 Masehi itu diratakan dengan buldoser di Kota Qaryatain, yang dikuasai oleh ISIS awal bulan lalu. ISIS juga menahan penduduk setempat, termasuk banyak orang Kristen.

Dilaporkan bahwa mereka yang ditangkap ini sekarang dipindahkan ke lokasi utama pertahanan ISIS di Suriah, yaitu di kota Raqqa. Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Direktur Pengamat HAM Suriah, Rami Abdel Rahman, menyatakan penghancuran itu "dengan alasan gedung itu digunakan untuk menyembah yang selain Tuhan."

Foto yang dipajang di website ISIS memperlihatkan kelompok militan itu sedang membuldoser bagian biara itu, dan mereka tak menggunakan bahan peledak seperti yang mereka lakukan terhadap kuil dan bangunan keagamaan lain. ISIS menguasai Qaryatain pada tanggal 5 Agustus, menculik 230 orang termasuk beberapa orang Kristen. Kota itu terletak dalam persimpangan antara wilayah yang dikuasai ISIS di timur Homs dan kota Qalamun yang berbatasan dengan Lebanon. (Rtr/dtc/BBC/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru