Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Swiss Ikut Selidiki Skandal Korupsi 1MDB

- Selasa, 25 Agustus 2015 10:20 WIB
105 view
Swiss Ikut Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Kuala Lumpur (SIB)- Otoritas Swiss mulai menyelidiki skandal korupsi perusahaan investasi negara milik Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pihak 1MDB mengaku belum dikontak oleh Swiss terkait hal ini, namun mengaku siap membantu penyelidikan. 1MDB dilanda kontroversi terkait utang US$ 11 miliar dan kini menjadi fokus penyelidikan otoritas Malaysia atas dugaan penyalahgunaan keuangan dan gratifikasi. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang menjabat pemimpin dewan penasihat 1MDB, terseret skandal ini.

PM Najib disebut-sebut menerima aliran dana nyaris US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun ke rekening pribadinya. Media Amerika Serikat, Wall Street Journal (WSJ) merilis laporan dugaan korupsi yang menyeret PM Najib pada Juli lalu. Namun laporan itu belum bisa dikonfirmasi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/8), Kantor Jaksa Agung Swiss, mulai Jumat (21/8) lalu, membuka penyelidikan kriminal terkait 1MDB, yang tengah dilanda skandal korupsi di Malaysia. Penyelidikan otoritas Swiss ini dimulai setelah Kantor Jaksa Agung Swiss menerima laporan dari Kantor Pelaporan Pencucian Uang Swiss. "Dugaan korupsi pejabat publik asing, pengelolaan kepentingan publik yang tidak jujur dan pencucian uang," demikian pernyataan Kantor Jaksa Agung Swiss.

Kantor Jaksa Agung Swiss menyebut, pihaknya tengah menyelidiki dua lembaga setempat terkait skandal 1MDB dan menyelidiki seseorang yang tak disebut identitasnya terkait 1MDB. Aliran dana yang disebut-sebut masuk ke rekening pribadi PM Najib diduga masuk dari sebuah bank di Swiss, milik sebuah perusahaan yang terdaftar di British Virgin Island.

Menanggapi pernyataan otoritas Swiss, pihak 1MDB di Malaysia mengaku siap membantu penyelidikan jika memang diperlukan. "Kami tetap berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan seluruh pihak berwenang secara hukum, yang tengah menyelidiki 1MDB," demikian pernyataan singkat 1MDB. PM Najib sendiri telah membantah segala tudingan terhadapnya. Beberapa waktu lalu, Komisi Antikorupsi Malaysia mengungkapkan bahwa aliran dana ke rekening pribadi PM Najib merupakan donasi dari Timur Tengah.  (Rtr/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru