Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Putra Marcos Pertimbangkan Ikut Pemilu Presiden Filipina

- Kamis, 27 Agustus 2015 11:48 WIB
416 view
Putra Marcos Pertimbangkan Ikut Pemilu Presiden Filipina
Manila (SIB)- Anak lelaki mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos yang memiliki nama sama, Rabu, mengatakan akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 2016 dan memberi peluang bagi keluarganya yang pernah berada dalam pengasingan untuk kembali ke panggung politik utama.

Ferdinand Marcos Jnr atau lebih dikenal dengan panggilan "Bongbong" mengatakan, ia tidak akan menjadi senator untuk periode kedua dan menargetkan "posisi lebih tinggi", yang di Filipina artinya hanya presiden atau wakil presiden. "Diskusi-diskusi yang saya lakukan dengan berbagai kelompok, dengan individu lain, benar-benar berpusat pada posisi yang lebih tinggi," kata pria berusia 57 tahun itu kepada saluran televisi ABS-CBN. Saat ditanya apakah ia akan bertarung untuk posisi presiden atau wakil presiden, Marcos menjawab: "Sangat sulit untuk membuat keputusan pada saat ini."

Ferdinand Marcos Snr memerintah Filipina selama dua dasawarsa hingga 1986 ketika jutaan orang turun ke jalan dalam revolusi "kekuatan rakyat".

Keluarga Marcos lari ke Amerika Serikat, dan mantan penguasa itu meninggal dalam pengasingan di Hawaii pada 1989.

Anggota keluarga lainnya, dipimpin sang ibu yang kontroversial Imelda, pulang pada 1991 dan sukses memulai kembali ke panggung politik meski ada tuduhan bahwa pasangan itu mencuri miliaran uang negara serta tudingan pelanggaran hak asasi manusia.

"Bongbong" Marcos meraih posisi senat pada 2010, pertama kali sejak kematian ayahnya seorang anggota keluarga memenangi pemilihan umum tingkat nasional. Nyonya Marcos yang dikenal dengan gaya hidup mewahnya, sejak 2010 juga menjadi anggota parlemen, mewakili basis kuat suaminya di Provinsi Ilocos Norte.

Imelda (86) sering mengucapkan keinginan agar anaknya mengambil kembali posisi presiden demi keluarga. Meski demikian, survei pendapat publik saat ini menunjukkan hanya ada sedikit dukungan bagi Marcos Jnr untuk menjadi presiden. "Saya selalu melihat survei sebagai titik awal," katanya mengenai rendahnya hasil jajak pendapat.

Presiden Filipina saat ini, Benigno Aquino, merupakan anak lelaki satu-satunya yang membawa nama mendiang politisi kuat, yang dibunuh pada 1983 dan pembunuhannya itu mengangkat popularitasnya tiga tahun kemudian. Istrinya, Corazon Aquino, memimpin revolusi dan menjadi presiden pertama negara itu setelah kejatuhan Marcos.

Dengan menyoroti angin politik Filipina yang berubah-ubah, Marcos mengatakan ia bisa bertarung sebagai wakil presiden tahun depan berpasangan dengan kandidat presiden yang populer Jejomar Binay. Binay merupakan penggerak hak asasi manusia selama masa kediktatoran dan saat ini menjadi wakil presiden. Namun ia menghadapi tudingan korupsi dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini adalah politik Filipina, Anda tidak bisa mengabaikan kemungkinan hal-hal yang tidak Anda bayangkan akan terjadi, bisa terjadi. Tidak pernah katakan tidak," katanya saat ditanya mengenai penyatuannya dengan Binay. Pada Juli, Aquino mendukung menteri dalam negeri Manuel Roxas yang kurang populer, untuk menjadi penggantinya. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru