Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Hillary Clinton Buat Lelucon soal Rambut Donald Trump

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:10 WIB
220 view
Hillary Clinton Buat Lelucon soal Rambut Donald Trump
Minneapolis (SIB)- Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton membuat lelucon soal rambut Donald Trump. "Rambut ini asli," kata dia pada Jumat (28/8) di depan politisi dari partainya, merujuk pada rambutnya sendiri. Sehari sebelumnya, kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump menarik seorang penonton ke panggung untuk memeriksa rambutnya.

"Saya sepertinya tahu apa yang dialami Donald Trump," ujar Clinton. "Jika ada yang bertanya-tanya apakah punya saya asli: Rambutnya asli, namun warnanya tidak. Dan jika dipikir-pikir, saya bertanya-tanya apakah Donald begitu juga," kata Clinton di depan Komiter Nasional Demokrat di Minneapolis.

Trump telah berulang kali berusaha menyangkal tuduhan bahwa dia memakai rambut palsu dengan membolehkan banyak perempuan menyentuh dan memeriksa rambutnya lebih dekat--dari penyiar MSNBC Mika Brzezinski pada 2010 hingga Barbara Walters beberapa tahun kemudian. Semua telah mengonfirmasi rambut Trump tampaknya asli. Tapi belum ada yang tahu apakah warnanya asli atau tidak.

Trump tadinya tak terlalu dianggap serius ketika mengumumkan ia akan mencalonkan diri dalam pemilu presiden AS 2016 mendatang. Ia kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial, namun jajak pendapat menunjukkan popularitasnya terus meningkat.

Sebelumnya Clinton menyinggung insiden penembakan di Virginia. Clinton kembali menyerukan reformasi keselamatan senjata api di negeri itu. Dikatakan mantan Ibu Negara AS itu, penembakan dua jurnalis TV saat siaran langsung, menunjukkan "ada yang sangat salah" di Amerika.

Dalam pertemuan Komite Nasional Demokrat, kandidat calon presiden unggulan Partai Demokrat itu mengecam para kandidat capres Partai Republik yang menentang pengetatan kepemilikan senjata api. Ditegaskan Hillary, langkah tersebut akan mengurangi kematian akibat senjata api di AS. "Tak ada yang berdiri dan mengatakan apa yang kita semua tahu itu benar: Kita perlu menghentikan kekerasan bersenjata yang mengganggu komunitas kita," tutur Hillary yang disambut tepuk tangan hadirin.

"Setelah peristiwa-peristiwa mengerikan pada Rabu (26/8), dengan dua jurnalis tewas saat siaran langsung televisi, ditambah seorang polisi yang tewas di Louisiana, dan banyak lagi yang tewas dalam pembantaian yang sebagian besar luput dari perhatian di negara kita, saya tidak tahu bagaimana siapapun tidak bisa sampai pada kesimpulan bahwa ada sesuatu yang sangat salah," kata istri mantan presiden Bill Clinton itu.

AS memiliki jumlah senjata api pribadi terbanyak di dunia. Angka kematian bersenjata per kapitanya juga paling buruk di dunia. Setelah penembakan brutal yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa di sebuah Sekolah Dasar (SD) pada akhir 2012 lalu, para anggota parlemen dari Demokrat mengajukan RUU yang akan memperketat pemeriksaan latar belakang para pembeli senjata api. Namun RUU ini ditolak oleh Republik dan beberapa politikus Demokrat dari wilayah-wilayah yang cenderung konservatif.

Hillary menegaskan, dirinya tak akan menyerah. "Saya tahu politik sulit. Saya tahu beberapa akan mengangkat tangan mereka atau menyerah pada perjuangan," ujar Hillary. "Tapi bukan saya. Saya tak akan berdiam diri sementara banyak orang-orang baik meninggal di wilayah Amerika. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru