Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Thailand Tangkap Tersangka Utama Bom Bangkok

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:12 WIB
323 view
Thailand Tangkap Tersangka Utama Bom Bangkok
SIB/EPA
Kepolisian Kerajaan Thailand merilis wajah terduga pelaku peledakan bom di kompleks Kuil Erawan, Bangkok. yang merupakan warga negara Turki dengan nama Adem Karadag setelah ditahan di sebuah apartemen di distrik Nong Chok, Sabtu (29/8).
Bangkok (SIB)- Kepolisian Thailand telah menangkap seorang tersangka peledakan bom di kompleks Kuil Erawan, Bangkok. Pria yang ditangkap tersebut dinyatakan sesuai dengan deskripsi tersangka utama, yang terekam kamera keamanan (CCTV) saat pengeboman 17 Agustus lalu.

Juru bicara kepolisian nasional Thailand, Prawut Thavornsiri mengatakan, polisi menggerebek apartemen yang digunakan pria tersebut di wilayah Bangkok bagian utara. "Tersangka mirip dengan orang yang kami cari," tutur Prawut seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (29/8). "Mereka (polisi) juga menemukan banyak material yang bisa digunakan untuk membuat bom," imbuhnya.

Di apartemen itu, polisi menemukan bahan-bahan pembuat bom. Selain menemukan bahan-bahan pembuat bom di apartemennya, polisi juga menemukan puluhan paspor di kamarnya. "Kami telah menemukan komponen-komponen bahan pembuat bom di apartemennya dan saya yakin dia terlibat dengan serangan bom itu," imbuh Wakil kepala kepolisian nasional Jenderal Chaktip Chaijinda. "Kami menemukan puluhan paspor di kamarnya, tapi kami harus memeriksa dari negara mana paspor-paspor itu," kata Chaktip. Menurut media lokal, pria itu ditangkap di sebuah apartemen di distrik Nong Chok di pinggiran Bangkok.

Sebelumnya, kepolisian Thai telah merilis sketsa wajah tersangka utama bom Bangkok yang menewaskan 21 orang itu. Pria berkaos kuning yang terekam kamera CCTV itu terlihat menaruh sebuah ransel di lokasi, sebelum ledakan bom terjadi di dekat Kuil Erawan pada 17 Agustus lalu.

Sketsa wajah itu menunjukkan tersangka berjenis kelamin laki-laki dengan kulit agak terang, memiliki rambut hitam dengan potongan tidak terlalu pendek, berewok tipis dan memakai kaca mata dengan bingkai hitam. Polisi sempat khawatir pria berbaju kuning ini telah meninggalkan Bangkok. Polisi juga menggelar sayembara bagi orang yang dapat memberikan informasi tentang pria ini dengan imbalan hadiah 1 juta Baht. Bahkan Pemerintah Thailand menaikkan hadiahnya menjadi 3 juta Baht atau sekira Rp1,2 miliar.

Sebelumnya kepolisian Thailand menyatakan pihaknya menyelidiki kedatangan warga Turki ke Thailand beberapa hari sebelum serangan bom. Meski begitu, mereka mengatakan tidak menampik kemungkinan ada kelompok-kelompok yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Penyelidikan terhadap warga Turki itu dilakukan setelah polisi dan beberapa analis mengaitkan serangan bom tersebut dengan minoritas Uighur dari China. Warga Uighur menganggap Pemerintah China memberi perlakuan diskriminatif terhadap mereka sehingga membuat mereka mencoba untuk lari dari negara Tirai Bambu tersebut, salah satunya dengan pergi ke Thailand.

Bulan lalu pemerintah Thailand mendeportasi 100 orang Uighur dari negeri itu kembali ke China. Langkah itu menimbulkan celaan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM), serta protes di depan Kedutaan Besar Thailand di Istanbul.

Banyak warga Turki merasa tindakan Thailand dan China tidak dapat dibenarkan. Bagi mereka, perlakuan bagi kaum Uighur adalah sebuah isu yang penting dan serius, karena mereka memiliki latar belakang budaya dan agama yang sama dengan warga Uighur.

Juru bicara Kepolisian Thailand, Prawut Thavornsiri menyatakan polisi memeriksa kedatangan warga Turki ke Thailand dua pekan sebelum ledakan. Dia juga membenarkan telah melakukan penyelidikan terhadap beberapa warga Turki. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru