Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Polisi: Pelaku Bom Bangkok Bukan Anggota Teroris Internasional

- Senin, 31 Agustus 2015 11:58 WIB
255 view
 Polisi: Pelaku Bom Bangkok Bukan Anggota Teroris Internasional
Bangkok (SIB)- Kepolisian Thailand menangkap seorang pria bernama Adem Karadag. Pria asal Turki itu ditangkap karena diduga sebagai pelaku pengeboman salah satu kuil di Bangkok, 17 Agustus lalu. Dilansir dari AFP, Minggu (30/8), Adem disinyalir bukan bagian dari organisasi teroris internasional. Diduga Ardem hanya bergerak sendirian. "Saya rasa tidak mungkin dia termasuk salah satu anggota teroris internasional," ujar Kepala Polisi Thailand, Somyot Poompanmoung.

Somyot juga menduga motif pengeboman itu atas dasar masalah pribadi Adem. Tetapi Somyot enggan merinci apa maksud dari motif pribadi tersebut. "Intinya dia marah terkait nama teman dan keluarganya," ucap Somyot tanpa mau menjelaskan maksud ucapannya.

Pelaku Lainnya

Kepolisian Thailand masih terus memburu pelaku lainnya dalam peristiwa pengeboman di Bangkok yang menewaskan 20 orang. Sebelumnya, polisi telah menangkap seorang yang diduga kuat pelaku. Diberitakan Reuters, Minggu (30/8), polisi menemukan banyak paspor palsu dan materi-materi pembuat bom dalam penggeledahan di apartemen tersangka. Pria 28 tahun yang diduga tersangka itu telah tinggal di Thailand sejak Januari 2014 dan kini ditahan atas dakwaan kepemilikan peledak ilegal. Identitas dan kewarganegaraannya belum diungkap polisi.

Polisi juga masih bungkam soal informasi yang berhasil mereka korek dari pria tersebut. Namun wakil kepala polisi nasional Thailand Chaktip Chaijinda mengatakan mereka sedang memburu tersangka lainnya. Kemarin, polisi mengindikasikan bahwa tersangka yang ditahan adalah pelaku utama yang wajahnya terekam kamera CCTV di lokasi pengeboman, Kuil Erawan.

Tersangka menyewa empat apartemen pada lantai yang sama di distri Nong Chok, Bangkok. Seorang pria dan wanita yang juga tinggal di lantai itu mengatakan pada Reuters tersangka tidak tinggal sendirian. Menurut mereka, ada seorang pria tinggi yang sering keluar-masuk setiap harinya ke apartemen tersangka. Pria kedua ini tidak terlihat batang hidungnya sejak Jumat lalu. "Kami sering melihat mereka berdua. Salah satunya yang ditahan, tapi ada pria lain, lebih tinggi," kata pria yang tidak ingin disebut namanya ini.

Sebelumnya kepolisian Thailand menuai kritikan karena dianggap terlalu lamban dalam menangkap tersangka pengeboman yang juga menewaskan seorang warga Indonesia tersebut. Hingga saat ini spekulasi soal identitas pelaku masih liar berkembang. Dugaan yang muncul antara lain adalah kelompok separatis di selatan, organisasi militan asing yang simpati pada Uighur, atau massa anti pemerintah. (AFP/dtc/Rtr/CNNIndo/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru