Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Kabinet Malaysia Silang Pendapat Soal Kehadiran Mahathir di Demo “Bersih”

PM Najib: 20 Ribu Pengunjukrasa Tidak Berarti Apa-apa

- Senin, 31 Agustus 2015 12:02 WIB
344 view
PM Najib: 20 Ribu Pengunjukrasa Tidak Berarti Apa-apa
SIB/AP Photo
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (tengah) melambaikan tangan ke arah sejumlah aktivis aksi BERSIH (Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil) saat menghadiri aksi demo di Kuala Lumpur, Minggu (30/8) menuntut pengunduran diri PM Najib Razak
Kuala Lumpur (SIB)- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad muncul di tengah-tengah puluhan ribu demonstran Bersih 4.0, Sabtu malam. Wakil Perdana Menteri Malaysia  Ahmad Zahid Hamidi menyebut hadirnya Mahathir bukan merupakan bentuk dukungan. Dilansir Bernama, Minggu (30/8), Zahid menyoroti durasi kehadiran Mahathir dalam unjuk rasa itu. Menurut Zahid, enam menit keberadaan Mahathir tidak berarti apapun. "Itu hanya enam menit. Tidak ada kaitannya," kata Zahid.

Namun suara berbeda dilontarkan Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak. Jika Zahid menganggap enteng, Salleh mengkritik keberadaan Mahathir di tengah-tengah demonstran. "Bagi saya, keberadaan Mahathir di dalam aksi demonstrasi itu menujukkan bahwa dia setuju dengan aksi itu. Keberadannya mendorong orang untuk ikut berdemonstrasi," kata Salleh seperti diwartakan The Star.

Menurut Salleh, sikap yang ditunjukkan Mahathir berbeda menunjukkan dia tidak konsisten. Pada saat Mahathir menjabat sebagai Perdana Menteri, kata Salleh, dia menolak adanya aksi di jalanan. "Ini berarti dia mengubah sikapnya," kata Salleh.

Tak Berarti

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak angkat bicara terkait aksi unjuk rasa besar-besaran di Kuala Lumpur yang memintanya mundur. Menurut Najib, aksi itu terlalu kecil untuk dianggap sebagai kekecewaan masyarakat umum. "Mungkin 20 ribu orang di demonstrasi, seperti yang saya baca di beberapa media. Namun saya yakin 20 ribu orang itu hanya kekecewaan kecil saja," ujar Najib sebelum meluncurkan  Felda Settlers Day, di Kuala Trengganu, seperti dilansir The Star, Minggu (30/8).

Najib mengatakan, warga yang tidak ikut dalam aksi Bersih 4.0 itu, mendukung penuh pemerintahan yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dia memilih untuk tidak memenuhi tuntutan para demonstran. "Sisa populasi warga Malaysia lainnya bersama pemerintah," kata Najib. Menurut Najib jumlah 20 ribu itu merupakan angka yang kecil. Untuk diketahui, Bersih, organisasi penyelengara aksi ini mengklaim ada 200 ribu orang yang turun ke jalan. Sedangkan polisi menyebut aksi itu hanya diikuti oleh 25.000 orang saja. "Apalah itu 20 ribu, kita dapat mengumpulkan ratus ribuan (orang)," kata Najib.

Unjuk rasa yang mengusung nama Bersih 4.0 ini digelar sejak Sabtu (29/8) kemarin dan dilanjutkan, Minggu (30/8). Dilansir dari Malaysiakini, para demonstran yang tadinya tidur di Dataran Merdeka mulai terbangun saat waktu Salat Subuh. Bagi demonstran yang muslim, mereka salat Subuh secara berjamaah. Masjid Jamek yang berada di sekitaran wilayah juga disesaki para pendemo yang ingin melakukan salat Subuh. Para demonstran juga merapikan kertas-kertas koran yang mereka pakai sebagai alas tidur. Para demonstran juga merapikan sampah-sampah di sekitarannya.

Gerakan Bersih 4.0 Minggu pagi tersebut merupakan hari kedua dalam pelaksanaanya. Ada 4 tuntutan yang mereka sampaikan, yaitu: 1. Pemilu yang Bersih 2. Pemerintah yang Bersih 3. Menyelamatkan ekonomi Malaysia 4. Hak membantah (berpendapat).

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap PM Najib Razak setelah muncul laporan aliran uang USD 700 juta ke rekening atas nama Najib sebelum Pemilu 2013. Aliran dana misterius itu terungkap di tengah penyelidikan terhadap dugaan salah kelola di dalam perusahaan pengelola investasi milik negara (1MDB). Terkait temuan ini, bulan lalu Najib mencopot Wakil Perdana Menteri Muhyidin Yassin karena si wakil mempertanyakan uang tersebut. (Bernama/thestar/dtc/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru