Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Peringati Hari Kemerdekaan

Najib Menolak Mundur, Janji Tidak Akan Biarkan Malaysia Jatuh

* Mahathir Serukan Rakyat Malaysia Gulingkan PM Najib
- Selasa, 01 September 2015 12:22 WIB
327 view
Najib Menolak Mundur, Janji Tidak Akan Biarkan Malaysia Jatuh
SIB/AP Photo/Joshua Paul)
Wajah Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak terlihat murung saat mengibarkan bendera ketika mengikuti perayaan Hari Nasional Malaysia ke-58, Senin (31/8) di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur.
Kuala Lumpur (SIB)- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menolak mundur dan meminta persatuan nasional setelah ribuan pengunjuk rasa menuntut pencopotannya pada dua hari terakhir. Pernyataan tersebut dilontarkan Najib saat berbicara dalam acara publik. "Marilah kita ingat, bahwa jika kita tidak bersatu, kehilangan solidaritas dan persatuan kita, semua masalah tak akan selesai, dan segala sesuatu yang telah kita bangun dengan susah payah akan hancur begitu saja," tutur Najib.

PM Najib Razak juga berjanji tidak akan membiarkan Malaysia jatuh dan akan terus memajukan Malaysia sehingga berjaya di panggung dunia. Janji itu disampaikan Najib dalam pesan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia, Senin (31/8).

Dalam pesan tersebut, Najib juga menyesalkan aksi para demonstran pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8) yang menuntut pengunduran dirinya. Najib menyebut para demonstran Bersih 4.0 tersebut berniat menabur benih perselisihan dan permusuhan di hari peringatan kemerdekaan Malaysia.

"Tentunya, kita tak akan pernah membiarkan siapapun dari antara kita ataupun dari pihak luar, untuk begitu saja masuk dan mencuri, merusak atau menghancurkan semua yang telah kita bangun sejauh ini," demikian pesan Najib seperti dilansir dari Channel News Asia.

Najib pun mengingatkan warga Malaysia untuk menghormati arti kemerdekaan dan pengorbanan para tentara dan anggota pasukan keamanan untuk memastikan agar rakyat hidup dalam perdamaian dan keharmonisan. "Karena itulah kita menolak setiap bentuk aksi protes jalanan yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hanya menimbulkan ketidaknyamanan rakyat, karena itu tidak mencerminkan kematangan, dan bukan cara yang tepat untuk menyuarakan opini di negara demokratis," imbuh Najib.

Gulingkan PM Najib
Sebelumnya, Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad terang-terangan menyerukan gerakan rakyat untuk menggulingkan PM Najib Razak terkait skandal dugaan korupsi. "Satu-satunya cara bagi rakyat untuk kembali ke sistem lama adalah dengan menggulingkan PM ini," kata Mahathir yang masih sangat berpengaruh di negeri Jiran itu. "Dan untuk menggulingkan dia, rakyat harus menunjukkan kekuatan rakyat. Rakyat secara keseluruhan tidak menginginkan pemimpin korup seperti ini," cetus pria berumur 90 tahun itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (31/8).

Hal tersebut disampaikan Mahathir sebelum menuju tempat berlangsungnya aksi demo menuntut pengunduran diri Najib pada Minggu, 30 Agustus kemarin. Najib belakangan ini makin gencar didesak mundur terkait dugaan korupsi di lembaga "1Malaysia Develepment Berhard" (1MDB), lembaga keuangan negara dimana Najib menjadi ketua dewan penasihatnya. Namun, Najib membantah telah mengantungi 700 juta dollar AS (setara hampir Rp 10 triliun) dana publik.

Badan Antikorupsi Malaysia sudah menyatakan Najib bersih dan mengatakan bahwa uang tersebut berasal dari donor asing. Menurut para menteri kabinet Malaysia, transfer uang tersebut merupakan donasi politik dari sumber-sumber Timur Tengah yang tak disebut namanya, dan tak ada yang salah dengan hal itu.

Rekening-rekening Najib tersebut kini telah ditutup dan keberadaan uang senilai triliunan rupiah itu kini tidak diketahui. Status penyelidikan soal itu saat ini tak jelas, menyusul pemecatan pejabat-pejabat yang terlibat penyelidikan hal tersebut.

Baru-baru ini, menteri-menteri kabinet Najib telah mengakui bahwa Najib menerima hampir US$ 700 juta ke sejumlah rekening pribadinya sejak tahun 2013. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh media ternama AS, Wall Street Journal bulan lalu. (CNA/Rtr/dtc/CNNIndo/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru