Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pro-Pemerintah Malaysia Siapkan Demo Tandingan

* Kelompok Bersih Ditagih Biaya Pembersihan Rp 220 Juta
- Rabu, 02 September 2015 12:17 WIB
266 view
 Pro-Pemerintah Malaysia Siapkan Demo Tandingan
Kuala Lumpur (SIB)- Salah satu pemimpin Partai Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Jamal Yunos, mengatakan sekira 1 juta orang yang tergabung dalam kelompok pro-Pemerintah Malaysia akan dikerahkan dalam sebuah demonstrasi untuk menandingi aksi unjuk rasa bertajuk Bersih 4 yang dilakukan demonstran anti-pemerintah sejak 29 Agustus 2015. Yunos mengatakan, demo kelompok pro-pemerintah yang melibatkan 1 juta orang itu nantinya dilakukan pada 10 Oktober 2015 di Kuala Lumpur. UMNO merupakan partai politik paling berkuasa di Malaysia.

“Sesuai pernyataan Perdana Menteri (PM) Najib Razak dalam pidatonya, para demonstran Bersih 4 hanya kaum minoritas. Kelompok pro-pemerintah akan berunjuk rasa dengan jumlah yang melebihi mereka,” ujar Jamal Yunos, seperti dilansir Reuters, Senin (31/8). “Aksi unjuk rasa kelompok pro-pemerintah akan dilangsungkan pada 10 Oktober 2015. Berbeda dengan para demonstran Bersih 4, kami nantinya mengenakan baju merah,” sambung dia. Yunos menambahkan, baju merah memang melambangkan elemen masyarakat yang mendukung pemerintahan PM Najib. Sedangkan baju kuning melambangkan masyarakat yang mendukung kelompok oposisi.

Sementara itu otoritas Malaysia membebankan biaya pembersihan lokasi unjuk rasa kepada kelompok aliansi Bersih sebagai pihak penyelenggara. Menteri Kesejahteraan Perkotaan, Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia, Datuk Abdul Rahman Dahlan menyatakan pihaknya akan mengirimkan tagihan kebersihan sebesar 65 ribu ringgit atau setara Rp 220 juta kepada pihak Bersih.

Tagihan ini, menurut Abdul Rahman, merupakan biaya tambahan untuk pembersihan lokasi unjuk rasa Bersih 4.0 pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/9) waktu setempat. Selain di Kuala Lumpur, aksi Bersih 4.0 juga digelar di beberapa wilayah lain di Malaysia.

"Saya menyarankan kepada pemimpin Bersih, Maria Chin Abdullah agar tidak menghabiskan seluruh donasi Bersih 4.0 sebesar 1,5 juta ringgit (Rp 5 miliar) karena kami akan mengirimkan tagihannya pekan ini," ucap Abdul Rahman. "Tagihan ini tidak termasuk kerusakan properti publik yang disebabkan oleh para demonstran. Saya menyerahkannya kepada otoritas Balai Kota untuk menanganinya," imbuhnya.

Kepolisian Di Raja Malaysia bakal melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang aktivis Bersih, Rabu (2/9). Rencananya, seperti yang diungkapkan Mandeep Singh kepada CNN Indonesia, para aktivis bakal ditanyai seputar gerakan Bersih 4—aksi penolakan terhadap pemerintah oleh puluhan ribu rakyat Malaysia yang digelar sepanjang akhir pekan lalu. "Kami siap menghadap kepolisian untuk diinvestigasi," kata Mandeep, Selasa (1/9).

Investigasi yang akan dijalankan Kepolisian Malaysia terhadap para aktivis lembaga swadaya masyarakat pemantau pemilu itu, rencananya berdasar kepada aturan soal unjuk rasa yang dianggap ilegal oleh pemerintah. Aturan itu termaktub dalam section 120, 124C, and 141 of the Penal Code.

Ketujuh aktivis yang dipanggil polisi adalah Maria Chin sebagai Kepala Gerakan Bersih saat ini, Sarajun Huda, Masjaliza Hamzah, Farhana Halim, Fadiah Nadwa, Mandeep Singh dan Adam Adli. "Sekitar pukul 10.30 pagi di Markas Besar Kepolisian Malaysia di Bukit Aman," kata Mandeep.

Unjuk rasa Bersih 4.0 ini digelar dengan tujuan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Unjuk rasa ini mendapat dukungan kuat dari mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad yang belakangan ini sering menyerukan pengunduran diri PM Najib, yang terseret skandal korupsi perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Unjuk rasa Bersih 4.0 merupakan aksi keempat yang digelar oleh kelompok koalisi Bersih 2.0 sejak tahun 2007 lalu. Awalnya, aksi unjuk rasa ini bertujuan untuk mendorong pemilihan umum yang bersih dan adil di Malaysia. Namun isu yang diperjuangkan kemudian mengalami perluasan dalam perkembangannya. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru