Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Partai Aksi Rakyat Singapura Hadapi Tantangan Oposisi

- Rabu, 02 September 2015 12:18 WIB
330 view
Partai Aksi Rakyat Singapura Hadapi Tantangan Oposisi
SIB/AP Photo/Joseph Nair
PM Singapura dan Sekjen Partai Aksi Rakyat Lee Hsien Loong (depan tengah) berjalan menuju pusat nominasi pemilu bersama anggota partai lainnya, Selasa (1/9). Partai Aksi Rakyat yang berkuasa di Singapura akan menghadapi tantangan keras dari para kandida
Singapura (SIB)- Untuk pertama kali dalam 50 tahun, Partai Aksi Rakyat yang berkuasa di Singapura akan menghadapi tantangan keras dari para kandidat oposisi dalam memperbutkan 89 kursi parlemen pada pemilu mendatang. Pemilu akan diadakan tanggal 11 September, sekitar satu setengah tahun dari tenggat waktu pemilu baru, dan pemerintah memanfaatkan perasaan bangga di kalangan warga setelah merayakan hari kemerdekaan ke-50 meski perkonomian melambat. PAP, yang antara lain didirikan oleh mendiang Lee Kuan Yew, telah berkuasa di Singapura enam tahun sebelum negara itu mendapat kemerdekaan pada 1965.

Partai ini mencoba memperbaiki kinerjanya dalam pemilihan umum 2011 dimana jumlah suara yang didapat turun setelah warga kecewa dengan harga rumah yang tinggi, biaya hidup yang mahal dan imigrasi. Sejak itu, pemerintah telah mengurangi pekerja asing, menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi harga properti yang tinggi dan mensubsidi layanan kesehatan bagi manula.

“Ini terkait masa depan anda, pilih PAP untuk memastikan kami bisa bekerja sama dengan anda, bagi anda, bagi Singapura,” kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong setelah menyerahkan dokumen pencalonannya, Selasa (1/9).

Kandidat 16 daerah pemilihan, yang masing-masing memperebutkan empat hingga enam kursmi, dan 13 daerah pemilihan untuk memperebutkan satu kursi, dikukuhkan dalam pencalonan tertutup. “Kami memperkirakan PAP akan tetap berkuasa - dengan hasil yang lebih baik, dan berarti berhasil mengatasi kemunduran dalam popularitasnya,” ujar para analis Nomura dalam catatan kepada klien mereka minggu lalu. Pemilu diadakan ketika terjadi perlambatan ekonomi. Bulan lalu pemerintah Singapura merevisi perkiraan produk domestik bruto untuk 2015 menjadi 2,0-2,5 persen dari 2-4 persen.

Pada pemilu 2011, PAP mendapatkan 60 persen suara yang lebih rendah dari perolehan suara sebesar 67 persen pada 2006. Meski demikian partai itu meraih 81 dari 87 kursi parlemen. “Bagi PAP, pemilu ini akan merupakan memperlambat kemajuan oposisi yang dicapai pada 2011,” kata Eugene Tan, guru besar ilmu hukum Universitas Management Singapura.

Jasa Lee Kuan Yew yang meninggal 23 Maret masih akan dikenang oleh para pemilih, dan PAP sangat ingin meyakinkan rakyat bahwa partai itu adalah yang terbaik untuk memastikan Singapura sukses dalam 50 tahun ke depan. Mendiang Lee Kuan Yew memimpin perubahan Singapura dari koloni Inggris terbelakang menjadi pusat perdagangan dan finansial global.

Mantan perdana menteri ini dipuji karena kebijakan yang mendukung pasar, tetapi dikritik karena kendali ketat terhadap media, aksi protes warga dan lawan-lawan politik. Ketika berkuasa, Lee Kuan Yew melarang lawan politik dan media independen berkembang secepat perekonomian. Situasi ini masih dipertahankan hingga sekarang. (CNN Indonesia/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru