Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Dituduh Terima Suap, Presiden Guatemala Mengundurkan Diri

- Jumat, 04 September 2015 11:16 WIB
376 view
 Dituduh Terima Suap, Presiden Guatemala Mengundurkan Diri
Guatemala City (SIB)- Presiden Guatemala Otto Perez Molina mengundurkan diri beberapa jam setelah hakim mengeluarkan surat perintah penahanan dirinya. Kejaksaan menuduh Molina menjadi otak skema penggelapan bea cukai bernilai jutaan dolar. Ia menolak tuduhan tersebut. Seorang juru bicara menyatakan, Molina memutuskan untuk mengundurkan diri "untuk menghadapi tuntutan terhadapnya".

Otto Perez Molina mengundurkan diri beberapa hari saja sebelum pemilihan presiden hari Minggu (6/9). Dia tak boleh mencalonkan diri lagi menurut aturan konstitusi. Wakil Presiden Alejandro Maldonado akan memerintah hingga presiden baru disumpah pada tanggal 14 Januari tahun depan. Maldonado baru menjabat di posisinya sejak pertengahan bulan Mei, ketika wakil presiden sebelumnya Roxana Baldetti mengundurkan diri.

Pengunduran diri Molina bertepatan dengan kejaksaan agung mengeluarkan surat perintah penahanan. Perintah penahanan ini terkait skandal gratifikasi yang menyelimuti pemerintahannya. Kekebalan hukum terhadap Presiden Perez telah dicabut oleh parlemen pada Selasa (1/9) waktu setempat. Kesepakatan ini dicapai setelah sebanyak 132 dari 158 anggota parlemen Guatemala setuju mencabut hak imunitas presiden.

Pada Rabu (2/9) malam, kantor jaksa Guatemala menyatakan bahwa Jaksa Agung Thelma Aldana telah mengajukan surat perintah penahanan bagi Presiden Perez. Dalam perintah penahanan itu, disebutkan bahwa Presiden Perez dijerat dakwaan terlibat asosiasi terlarang dan penipuan bea cukai.

Seorang pejabat pada kantor Jaksa Agung Aldana mengkonfirmasi bahwa surat perintah penahanan untuk Presiden Perez telah dikeluarkan pengadilan. Namun tidak diketahui jelas kapan perintah penahanan Presiden Perez ini mulai diberlakukan. Kepolisian Guatemala biasanya menerapkan perintah penahanan semacam ini antara pukul 06.00 - 18.00 waktu setempat.

Jaksa setempat yang menganggap Presiden Perez berpotensi melarikan diri, telah melarangnya untuk meninggalkan Guatemala. Tapi pengacara Presiden Perez sebelumnya menjamin kliennya tidak akan kabur ke luar negeri.

Skandal korupsi ini mencuat menjelang pelaksanaan pemilu presiden pada 6 September mendatang. Presiden Perez yang tidak bisa lagi mencalonkan diri sesuai konstitusi, telah menyangkal setiap tudingan korupsi yang diarahkan kepadanya.

Presiden Perez bersikeras tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya terkait skandal ini, meski diguncang unjuk rasa besar-besaran. Dia akan tetap menjabat hingga serah terima jabatan dengan presiden baru pada Januari 2016 mendatang. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru