Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Trump Berikrar Dukung Kandidat Partai Republik

- Sabtu, 05 September 2015 12:13 WIB
174 view
Trump Berikrar Dukung Kandidat Partai Republik
Washington (SIB)- Para pemimpin Partai Republik merasa lebih lega setelah Donald Trump, pesaing kuat dalam nominasi calon presiden, hari Kamis (3/9) menandatangani ikrar partai untuk mendukung calon presiden dari partai tersebut dan tidak akan mencalonkan diri sebagai kandidat dari partai ke-tiga.

Trump menandatangani ikrar tersebut di gedung miliknya, Trump Tower, di New York, dalam pertemuan dengan ketua partai Reince Priebus, dan kemudian menjelaskan keputusannya dalam konferensi pers. “Cara terbaik melangkah maju untuk menang adalah jika saya memenangkan nominasi dan langsung menghadapi siapapun yang diajukan partai Demokrat. Jadi untuk alasan itulah saya menandatangani ikrar ini.” Trump menambahkan bahwa ia akan menjanjikan kesetiaan penuh kepada Partai Republik dan prinsip-prinsip konservatif yang dijunjung partai. “Kita akan berjuang keras dan akan menang,” ujarnya.

Dalam debat pertama para calon kandidat dari partai Republik bulan lalu, Trump adalah satu-satunya calon yang menolak menjanjikan dukungan bagi kandidat Partai, dan satu-satunya yang tidak mengesampingkan upaya mencalonkan diri dari partai ke tiga, dengan mengatakan, hal tersebut tergantung pada cara partai memperlakukannya. Trump kini menyatakan ia yakin partai Republik telah memperlakukannya dengan “adil.”

Sebelumnya Trump alam sebuah wawancara siaran langsung kebingungan saat ditanya siapa nama pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta sejumlah petinggi kelompok militan lainnya. Padahal sebelumnya Trump mengaku sudah akrab dengan pemimpin ISIS.

Trump tampak meraba-raba jawaban berulang kali dalam sebuah wawancara pada Kamis (3/9). Terutama saat diminta menyebutkan nama para pemimpin ISIS, Hizbullah, Front al-Nusra dan Alqaidah. Pembawa acara Hugh Hewit meminta Trump menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar militan di Timur Tengah. Trump mengatakan itu pertanyaan yang tak perlu dipertanyakan saat nanti ia menjabat sebagai presiden.

"Mereka akan musnah," katanya."Nama-nama yang baru disebutkan, mereka mungkin tak akan berada di sana lagi dalam enam bulan atau satu tahun," kata Trump. Kecanggungan semakin bertambah, kala Trump mengaku salah mendengar pertanyaan mengenai Tentara Quds Iran. Trump malah menjelaskan perlakuan terhadap Kurdi.

Padahal sebelumnya, Trump mengaku akrab dengan Komandan Quds Qassem Soleimani. Trump juga gagal menjawab pertanyaan tentang dia. "Kurdi, ngomong-ngomong, dianiaya dengan mengerikan," kata Trump. Hewitt kemudian mengkoreksi pertanyaanya. Ia kembali menanyakan mengenai Tentara Quds. (VoA)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru