Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Eropa Dilanda Krisis Imigran, Hungaria Salahkan Jerman

- Sabtu, 05 September 2015 12:16 WIB
539 view
 Eropa Dilanda Krisis Imigran, Hungaria Salahkan Jerman
Budapest (SIB)- Kebijakan Jerman untuk membuka pintu kepada para imigran dan pengungsi memicu komentar pedas dari Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, Kamis (3/9). Menurutnya, krisis imigran bukan merupakan urusan Eropa, melainkan Jerman.

Pasca kerusuhan di stasiun kereta api Keleti di Budapest, dua kereta yang berisi penuh imigran berangkat menuju kota perbatasan Sopron. Namun, kereta diberhentikan di Biscke, pusat penerimaan migran Hungaria, sekitar 35 km sebelah barat Budapest. Polisi anti huru-hara meminta para imigran turun dari kereta api, tetapi mereka menolak dan mengajukan protes dengan berbaring di jalur kereta api atau melarikan diri.

"Masalah ini bukan masalah Eropa. Ini adalah masalah Jerman," tutur Orban dalam kunjungannya ke Brussels, Belgia, untuk bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa. Orban membahas ribuan imigran yang tiba setiap harinya di perbatasan selatan Hungaria, dikutip dari Sydney Morning Herald. "Tidak ada yang ingin tinggal di Hungaria, begitu pula di Slovakia, Polandia, atau Estonia. Mereka semua ingin pergi ke Jerman. Pekerjaan kita hanyalah untuk mendaftarkan mereka."
Dilansir dari Reuters, Kepolisian Hungaria mencatat pada Rabu (2/9) lebih dari 2.000 imigran memasuki Hungaria melalui Serbia dengan menyelinap di bawah pagar berduri kawat sepanjang 175 kilometer yang dibangun bulan lalu.

Orban berujar bahwa pagar tersebut berguna melindungi perbatasan eksternal Uni Eropa. Baginya, respon Hungaria terhadap lonjakan imigran ini juga menjadi peringatan bagi imigran yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan. "Mohon jangan datang, ini sangat berisiko. Kami tidak dapat menjamin bahwa Anda akan diterima," kata Orban dengan alasan tidak ingin memberi harapan palsu.

Petugas setempat menutup stasiun kereta api Budapest pada Selasa (1/9), lalu membuka kembali tetapi melarang imigran masuk. Keputusan itu berkebalikan dengan insiden yang terjadi hari Senin (31/8) ketika pertugas membiarkan ratusan imigran tanpa dokumen menumpangi kereta api menuju Jerman.

Tahun ini, Jerman diprediksi menerima sekitar 800 ribu imigran yang mengajukan suaka. Jumlah ini merupakan peningkatan sebanyak empat kali dari tahun lalu. Kanselir Jerman, Angela Merkel menyerukan distribusi pencari suaka yang adil di Uni Eropa dan memperingatkan bahwa serangan rasisme terjadi hampir setiap hari di tempat penampungan.

Sementara itu Eropa mendapat tekanan besar setelah foto jasad balita Suriah di tepi pantai Turki beredar luas. Perdana Menteri Inggris David Cameron berubah pikiran dan bersedia menerima ribuan imigran asal Suriah. PM Cameron menuai kecaman dan kritikan karena dianggap kurang solidaritas melihat aliran ribuan imigran dan pengungsi asal Timur Tengah dan Afrika yang berniat mencari kehidupan lebih baik di kawasan Eropa.

"Merujuk pada besarnya skala krisis dan penderitaan mereka, hari ini saya mengumumkan bahwa kami akan melakukan lebih banyak hal demi memberikan tempat tinggal bagi ribuan pengungsi Suriah," tutur PM Cameron saat berkunjung ke Lisbon, Portuga. Sekitar 5 ribu pengungsi asal Suriah mencapai wilayah Inggris sejak konflik melanda negara mereka tahun 2011 lalu. Para pengungsi ini telah diberi suaka politik oleh otoritas Inggris.

"Kami akan menerima ribuan lagi (pengungsi Suriah) sesuai dengan skema yang sudah ada dan kami akan mengkajinya," imbuh PM Cameron, sembari menyebut pemerintahannya akan membahas pendekatan terbaik dengan organisasi kemanusiaan dan mengumumkannya secara rinci pekan depan.

"Kami akan melanjutkan pendekatan kami dengan menjemput mereka secara langsung dari kamp pengungsi. Ini akan memberikan mereka rute ke Inggris secara langsung dan lebih aman, daripada mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan berbahaya yang secara tragis merenggut banyak nyawa," jelasnya.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan sikap PM Cameron pada Rabu (2/9) dan Kamis (3/9) yang menyatakan Inggris sudah melakukan banyak hal bagi para imigran dan pengungsi kemanusiaan. PM Cameron tidak menyebut secara jelas jumlah imigran yang akan diterima Inggris kali ini. Namun Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut Inggris sepakat menampung sekitar 4 ribu pengungsi Suriah. (CNN Indonesia/Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru