Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Rusia Belum Berniat Bergabung Perangi ISIS

- Sabtu, 05 September 2015 12:16 WIB
367 view
 Rusia Belum Berniat Bergabung Perangi ISIS
Moskow (SIB)- Pemerintah Rusia hingga saat ini belum berniat untuk ikut serta dalam operasi militer melawan kelompok ISIS. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, masih terlalu dini untuk berbicara mengenai hal itu. "Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi namun sejauh ini apa yang Anda bicarakan tidak ada dalam agenda," ujar Putin ketika ditanya wartawan apakah Rusia akan ikut serta dalam operasi memerangi ISIS.

"Untuk mengatakan kami siap melakukan itu sekarang -- sejauh ini, terlalu dini untuk bicara soal ini. Namun kami sudah siap memberikan Suriah bantuan yang cukup serius dengan peralatan dan pelatihan tentara, dengan persenjataan kita," kata Putin seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti dan dilansir NDTV, Jumat (4/9). Putin pun mengkritik serangan-serangan udara Amerika Serikat terhadap ISIS di Suriah dan Irak. Putin menyebut serangan udara tersebut tidak efektif. "Sejauh ini efektivitas serangan-serangan udara itu rendah," cetus Putin.

Sementara itu, beredar kabar mengenai keberadaan pasukan Rusia di Suriah saat ini. Gedung Putih menyatakan, pihaknya kini tengah mengikuti dengan seksama pemberitaan bahwa Rusia melakukan operasi militer di Suriah. Diingatkan Gedung Putih, tindakan Rusia, sekutu rezim Suriah tersebut, akan mengganggu kestabilan Suriah dan kontraproduktif.

Pernyataan ini disampaikan Gedung Putih setelah sejumlah foto muncul di sebuah akun media sosial yang terkait dengan pasukan pro-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto-foto itu memperlihatkan pesawat dan drone-drone Rusia di dekat provinsi Idlib.

Dalam perkembangan lainnya, Kepala Departemen Urusan Barang Antik Suriah, Maamoun Abdulkarim mengatakan ISIS kembali menghancurkan peninggalan bersejarah di Suriah. Dilaporkan tiga menara makam kuno di Palmyra, Suriah yang dibangun tahun 44 dan 103 Masehi lalu, diledakkan militan keji ini. Sumber di Palmyra memastikan penghancuran tiga makam kuno tersebut oleh ISIS. Salah satu yang dihancurkan adalah makam kuno Elahbel yang dibangun tahun 103 Masehi dan memiliki empat lantai serta ruang bawah tanah. "Mereka meledakkan tiga menara makam, yang selama ini dijaga dengan baik dan paling indah," ucap Maamoun Abdulkarim.

ISIS juga meledakkan dua kuil kuno zaman Romawi di pusat wilayah Suriah, dalam beberapa minggu terakhir. Kedua kuil kuno Baal Shamin dan kuil kuno Kuil Bel yang berusia 2 ribu tahun telah rata dengan tanah. Kuil-kuil kuno ini masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Aksi penghancuran oleh ISIS ini dilakukan semenjak militan radikal ini merebut wilayah Palmyra dari militer Suriah pada Mei lalu. Bangunan-bangunan bersejarah ini dianggap oleh ISIS sebagai simbol politeisme. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru