Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Baku Tembak di Tajikistan, 10 Orang Tewas

- Minggu, 06 September 2015 16:02 WIB
296 view
Baku Tembak di Tajikistan, 10 Orang Tewas
Dushanbe (SIB)- Baku tembak terjadi di sekitar ibu kota Tajikistan, Dushanbe, yang telah menewaskan sedikitnya 10 orang. Kementerian dalam negeri Tajikistan mengatakan, delapan polisi tewas akibat baku tembak di kota Vahdat di luar kota Dushanbe dan di dalam bangunan kementerian tersebut

Para pejabat negara menuduh Wakil Menteri Pertahanan yang telah dipecat, Jenderal Aduhalim Nazarzoda, yang disebut memimpin "kelompok teroris" dalam baku tembak itu. Mereka juga mengatakan bahwa dua orang penyerang tewas. Kedutaan AS mengatakan pihaknya telah menutup kantor kedutaan dan memperingatkan bahwa bentrokan bersenjata ini kemungkinan merupakan "awal dari tindakan kekerasan lainnya".

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita milik negara, Kementerian dalam negeri Tajikistan mengatakan, sebuah "kelompok kriminal yang terorganisasi" telah meluncurkan serangan bersenjata di kantor Kementrian dalam negeri di kota Vahdat dan pada bangunan pemerintah pusat di Dushanbe. "Akibatnya, sejumlah besar senjata dan amunisi dicuri dan dibawa pergi oleh kelompok teroris," kata pernyataan itu.

Kementerian dalam negeri Tajikistan mengatakan, sebuah "kelompok kriminal yang terorganisasi" telah meluncurkan serangan bersenjata di kantor Kementrian dalam negeri di kota Vahdat dan pada bangunan pemerintah pusat di Dushanbe. Pernyataan itu menambahkan bahwa "kelompok teroris" yang dipimpin oleh Jendral Nazarzoda telah melarikan diri ke wilayah Romit Gorge dan otoritas keamanan masih memburu dia dan anggota kelompoknya.

Selama ini Tajikistan jarang disulut kerusuhan, tetapi belakangan muncul kontroversi ketika ada tuntutan agar Islam lebih memainkan perannya dalam kehidupan masyarakat di negeri ini. Semenjak merdeka, Tajikistan -yang mayoritas penduduknya beragama Muslim- telah memiliki tatanan politik sekuler.

Dalam beberapa tahun terakhir, masalah kesulitan ekonomi disebut sebagai salah-satu faktor penyebab adanya minat baru dalam Islam di kalangan anak muda Tajikistan -termasuk bentuk-bentuk yang lebih radikal. Pekan lalu Kementerian kehakiman telah melarang sebuah kegiatan yang digelar Partai Kebangkitan Islam (Islamic Revival Party), satu-satunya partai berbasis agama di negara bekas Soviet di wilayah Asia Tengah itu.

Rakhmon telah berkuasa selama dua dekade dan terpilih kembali pada pemilu 2013 dengan perolehan suara 83,6%. Jendral Nazarzoda adalah mantan anggota Persatuan kelompok oposisi Tajikistan (United Tajik Opposition atau UTO), yang berjuang melawan pasukan pemerintah selama perang sipil pada tahun 1990. Dia kemudian bergabung dalam kabinet setelah perjanjian damai ditandatangani pada tahun 1997.

Para wartawan mengatakan, serangan terbaru tampaknya terkait dengan konflik yang terus berkembang antara pemerintahan Presiden Emomali Rakhmon dan mantan panglima perang UTO. Rakhmon telah berkuasa selama dua dekade dan terpilih kembali pada pemilu 2013 dengan perolehan suara 83,6%. Namun para pengamat menilai pemilu itu "tidak berjalan demokratis". (BBC/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru