Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Australia Siap Tampung Imigran Suriah yang Mengungsi ke Eropa

* Pengguna Kereta Melbourne Sumbang Rp300 Juta Untuk Pengungsi Suriah
- Senin, 07 September 2015 12:25 WIB
342 view
Australia Siap Tampung Imigran Suriah yang Mengungsi ke Eropa
Canberra (SIB)- Pemerintah Australia dilaporkan siap menerima tambahan pengungsi dan imigran asal Suriah dan Irak. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri (PM) Tony Abbott menyusul peristiwa meninggalnya bocah asal Suriah, Alan Kurdi. “Hati saya tergerak ketika melihat pemberitaan tentang bocah asal Suriah yang meregang nyawa saat kapal yang ditumpangi para imigran asal Suriah tenggelam di dekat Pulau Kos, Yunani,” ujar PM Abbott, seperti dilansir dari The Guardian, Minggu (6/9).

“Untuk itu, saya telah menugaskan Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton, menuju Jenewa untuk membahas rencana ini dengan UNHCR,” sambungnya.

Menurut PM Abbott, Pemerintah Australia tahun lalu telah sepakat untuk menerima sekira 4.500 pengungsi yang berasal dari beberapa wilayah di timur Suriah dan utara Irak. Kini, Australia siap menerima tambahan pengungsi maupun imigran menyusul gejolak krisis imigran yang terjadi di Eropa.

“Kami mengusulkan untuk menerima lebih banyak imigran yang berasal dari wilayah-wilayah konflik, sebagai bagian dari kontribusi yang sangat besar untuk UNHCR,” ucap Abbott.

Sebagaimana diberitakan, upaya para imigran Suriah untuk menyeberang ke Yunani ternyata berakhir tragis. Pada Kamis 3 September, Dua bocah Suriah bernama Alan Kurdi (3) dan kakaknya, Galip (5) tewas akibat perahu yang ditumpangi mereka bersama puluhan imigran lain karam karena kelebihan beban.
Sumbang Rp300 Juta

Seorang pria Melbourne mengumpulkan lebih dari 30,000 dolar (atau setara Rp 300 juta) setelah mendesak warga yang terkena dampak mogok kerja kereta komuter untuk menyalurkan rasa frustrasi mereka, dan menyumbang uang guna membantu pencari suaka Suriah.

Serangkaian mogok kerja yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Kereta, Tram dan Bis (RTBU) telah menyebabkan petaka transportasi publik di Melbourne selama beberapa hari. Serikat Pekerja melakukan aksi mogok sebagai bagian dari sengketa atas gaji dan situasi kerja.

Ayah dua anak bernama James Wright melihat gambar bocah Suriah yang tenggelam, Aylan Kurdi, di pantai Turki, Kamis (3/9) dan memutuskan ia harus melakukan sesuatu. "Di manapun hal ini tak bisa diterima," tulisnya di halaman penggalangan dana online.

James mengatakan, respon yang diterimanya "sulit dipercaya". "Saya tahu betapa sulitnya menggalang dana untuk amal jadi saya menargetkan 2.500 dolar (atau setara Rp 25 juta) dan tak berharap kami mendekati itu, tidak dalam 24 jam. Terakhir kali saya memeriksanya, itu sudah lebih dari 30.000 dolar," sebutnya.

Warga Melbourne pengguna kereta komuter mengunggah aksi amal mereka di media sosial, dengan menggunakan tanda pagar #donateyourtrainfare (donasikan uang kereta anda). "Baiknya warga Melbourne...," unggah Mohamed Hassan di Twitter. "Ketika hidup menyuguhkan tragedi, Anda berbuat kebaikan." (Xinhua/okz/ABCAustralia/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru