Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Rusia Akui Duduki Crimea

* Rusia Hancur Jika Aneksasi Crimea, AS akan Membela Ukraina
- Jumat, 14 Maret 2014 16:41 WIB
590 view
Rusia Akui Duduki Crimea
AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Presiden Barack Obama (kanan) berjabat tangan dengan PM Ukraina Arsenly Yatsenyuk di Oval Offoce, Gedung Putih, Rabu (12/3/2014). Obama kembali memperingatkan Rusia bahwa pihak Barat akan "memberi Sanksi" kepada Rusia jika terus ikut campur dalam urusan U
Moskow (SIB)- Seorang anggota parlemen senior Rusia atau Duma, Kamis (13/3/2014), mengatakan unit-unit militer Rusia menduduki sejumlah lokasi di Crimea untuk mencegah serangan bersenjata dari Kiev. Pernyataan ini adalah pengakuan resmi pertama Moskwa bahwa militernya telah menduduki wilayah Ukraina itu lewat sebuah operasi militer.

"Saat ini terdapat sejumlah unit militer (di Crimea) yang bersiaga di beberapa lokasi untuk mencegah adanya perlawanan, agresi bersenjata atau ekspansi bersenjata dari Kiev," kata ketua komisi hubungan dengan negara-negara eks-Soviet di Duma, Leonid Slutsky, dalam wawancaranya dengan Radio Moskwa.

Slutsky menambahkan pergerakan militer Rusia di Crimea bukanlah sebuah operasi militer dalam skala besar. "Jika unit-unit bandit menyerang Crimea, maka sangat sulit bagi kami untuk menahannya secara mendadak. Kami bukan penyihir," tambah Slutsky.

Dia melanjutkan, pasukan Rusia itu dibutuhkan jika referendum Crimea memutuskan untuk bergabung dengan Rusia berdampak pengiriman militer Ukraina ke wilayah itu. Namun, Slutsky menegaskan, pasukan Rusia hanya akan bertindak jika terjadi serangan bersenjata dari Kiev.

"Saya ingin menegaskan, pasukan kami akan bertindak jika unit-unit bandit datang dari Kiev ke Crimea untuk menumpahkan darah. Jika unit-unit bandit itu tidak ada, maka tidak akan ada operasi militer," ujar Slutsky. Slutsky bahkan memastikan tidak akan pecah perang di Crimea dalam kondisi apapun.

Rusia mengatakan bahwa pihaknya sedang meningkatkan pelatihan lapangan untuk unit-unit tank, artileri dan infanteri di tiga wilayah di sebelah perbatasan Ukraina dalam tampilan terkuat unjuk  militer. Tindakan itu dilakukan saat ribuan tentara  payung juga memulai pelatihan di dekat Ukraina, sementara orang-orang bersenjata Rusia berpatroli di Crimea menjelang referendum mengenai penggabungan dengan Rusia pada Minggu (16/3).

Angkatan bersenjata "sedang meningkatkan intensitas pelatihan lapangan," kata kementerian pertahanan dalam satu pernyataan. Mereka mengatakan, latihan sedang dilakukan di wilayah Rostov, Belgorod dan Kursk yang berbatasan dengan Ukraina, serta satu wilayah non-perbatasan.

"Tujuan utama adalah .. pengecekan multi-fungsi atas kekompakan unit-unit diikuti oleh kinerja tugas pelatihan pertempuran di medan asing dan rentang tembak yang belum teruji," kata kementerian itu. Dikatakan bahwa latihan akan berlanjut sampai akhir Maret, tetapi tidak memastikan  berapa banyak tentara yang terlibat.

Dalam pelatihan terpisah, 4.000 pasukan payung melakukan pelatihan di wilayah Rostov pada Kamis, dan akan terus berlanjut hingga 14 Maret, kata kantor berita ITAR-TASS mengutip kementerian pertahanan. Televisi pemerintah Rusia menunjukkan ratusan parasut mengambang ke tanah.

Bagaimana apabila Rusia Aneksasi Crimea
?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 14 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru