Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Jelang Pilpres AS 2016

Bernie Sanders Ungguli Hillary Clinton

- Sabtu, 12 September 2015 11:22 WIB
211 view
 Bernie Sanders Ungguli Hillary Clinton
Washington (SIB)- Popularitas Bernie Sanders bakal calon Partai Demokrat untuk Pemilu Presiden Amerika tahun 2016 terus meningkat bahkan mengalahkan Hillary Clinton. Ia gencar memperluas pengaruhnya termasuk terhadap warga asli Amerika dengan mengangkat isu-isu suku Indian.

Dalam jajak pendapat terakhir yang dilakukan jaringan televisi NBC/Marist, Bernie Sanders unggul 9% dari Hillary Clinton yang sebelumnya memimpin persaingan bakal calon Partai Demokrat.  Sanders mendapat dukungan para pemilih partainya 41% sementara Hillary Clinton 32% di New Hampshire, negara bagian yang dianggap berperan penting dalam persaingan menjadi Presiden Amerika. Bernie Sanders kini juga meningkat popularitasnya di Iowa negara bagian penting lainnya. Akhir pekan lalu ia mengunjungi permukiman suku Indian di Iowa dan mendapat tanggapan antusias warga.

Survei politik terbaru juga menunjukkan Senator Bernie Sanders unggul tipis atas mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton di Iowa, negara bagian di mana para pemilih dalam bulan Februari mendatang akan mulai menentukan kandidat untuk pemilihan presiden 2016.

Jajak pendapat Quinnipiac University yang dilansir hari Kamis (10/9) menunjukkan Sanders didukung oleh 41 persen pemilih Demokrat, di negara bagian itu, sementara Clinton didukung 40 persen–suatu perubahan dari jajak dua bulan sebelumnya sewaktu Clinton unggul 19 persen di Iowa. Wakil presiden Joe Biden, yang bukan seorang kontestan tetapi mungkin akan mencalonkan diri kemudian, meraih 12 persen dukungan.

Sanders, Senator Vermont, mengundang massa pendukung berpandangan liberal yang antusias dalam kampanye-kampanye di berbagai penjuru Amerika dengan pernyataan khasnya yaitu menentang pengaruh Wall Street dan perusahaan-perusahaan besar terhadap kehidupan rakyat Amerika. Sanders juga dikenal dengan kegigihannya memperjuangkan kesetaraan pendapatan di Amerika, bahkan mengusulkan upah minimum menjadi 15 dolar/per jam dan layanan kesehatan universal.

Sementara bakal capres Donald Trump mengaku sangat bersemangat untuk berdebat dengan salah satu rivalnya, yaitu Hillary Clinton. Begitu percaya diri, Trump yang merupakan bakal capres dari Partai Republik bahkan mengatakan bahwa perdebatan dengan Clinton akan menjadi tantangan termudah dalam hidupnya.
"Saya tidak dapat berpikir lagi siapa yang dapat saya ajak berdebat. Saya pikir, mengalahkan dia (Clinton) dalam debat akan menjadi salah satu tantangan termudah dalam hidup saya," ujar Trump dalam acara bincang-bincang bersama Greta Van Susteren di Fox News pada Kamis (10/9).

Tantangan dari Trump ini datang setelah Clinton mengatakan bahwa ia akan sangat menikmati perdebatan dengan kandidat Republik yang anti-perempuan. "Harus saya katakan, jika ia hadir, saya sangat ingin berdebat dengannya," ucap Clinton saat berkampanye di Columbus, Ohio.

Sebelumnya, Trump justru mengatakan ia tak punya keahlian dalam berdebat. Bulan lalu, Trump bahkan berkata ia tak memiliki cukup pengalaman untuk bertarung dengan para rival di atas podium. Menurut CNN, kepercayaan diri Trump yang ditunjukkan kali ini lebih pada berdebat secara spesifik dengan Clinton. Berbicara kepada Van Susteren, Trump menganggap Clinton merupakan Menteri Luar Negeri terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat.  (VoA/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru