Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Insinyur Saudi: Crane Jatuh di Masjidil Haram karena Kehendak Tuhan

* Anggota Parlemen Iran Sebut Arab Saudi Lalai dan Ceroboh
- Selasa, 15 September 2015 13:10 WIB
348 view
Insinyur Saudi: Crane Jatuh di Masjidil Haram karena Kehendak Tuhan
Riyadh (SIB)- Penyebab jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi masih diselidiki. Namun seorang insinyur pembangunan setempat menyebut tragedi ini bukan dipicu masalah teknis, melainkan kehendak Tuhan. Insinyur ini bekerja untuk Saudi Binladin Group, perusahaan yang memimpin proyek perluasan di Masjidil Haram. Saudi Binladin Group dimiliki oleh keluarga mendiang pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden. Kepada AFP, Senin (14/9), insinyur ini menuturkan bahwa crane yang terjungkal itu sama seperti crane lainnya yang sudah ada di sana sejak 3-4 tahun terakhir, tanpa ada masalah sedikitpun. "Ini bukan masalah teknis sama sekali," sebut insiyur yang enggan disebut namanya ini. "Saya bisa mengatakan bahwa apa yang terjadi di luar kekuatan manusia.

Ini merupakan kehendak Tuhan dan tidak ada kesalahan manusia di dalamnya," imbuhnya.

Otoritas Saudi masih menyelidiki tragedi ini secara menyeluruh. Sejauh ini, korban tewas mencapai total 111 orang dan sekitar 238 orang lainnya luka-luka dalam tragedi yang terjadi pada Jumat (11/9) waktu setempat. Insinyur ini menuturkan, crane yang terjungkal merupakan salah satu crane utama yang digunakan untuk memperluas area tawaf bagi para jemaah. Crane ini, menurutnya, ditempatkan di lokasi yang tidak akan mengganggu aktivitas tawaf para jemaah.

"Crane itu sudah dipasang dalam posisi yang tidak mengganggu ratusan ribu jemaah di area tersebut dan tentu dalam posisi yang profesional. Ini merupakan lokasi paling sulit untuk dikerjakan, karena banyak jumlah orang di area itu," terangnya.

Saat insiden ini terjadi, bagian kait crane tersebut, yang mampu mengangkat beban ratusan ton, bergoyang hingga akhirnya menjungkalkan keseluruhan crane. Bagian kait ini lantas menimpa beberapa bagian Masjdil Haram dan juga menimpa para jemaah. Seorang saksi mata menyebut, angin sangat kencang berhembus ketika tragedi ini terjadi.

Lalai dan Ceroboh
Otoritas Arab Saudi menuai kritikan dari anggota parlemen Iran terkait tragedi crane jatuh di Masjidil Haram, Makkah. Anggota parlemen ini menilai, otoritas Saudi seharusnya tidak lagi mengelola pelaksanaan ibadah haji. "Insiden ini sebagai akibat dari kelalaian dan kecerobohan rezim Saudi dan mereka seharusnya meningkatkan keselamatan dalam proyek pembangunan di sekitar Kabah," ucap anggota senior parlemen Iran, Hedayatollah Mir-Moradzehi kepada kantor berita Iran, Fars News Agency atau FNA, Senin (14/9).

Mir-Moradzehi sangat menyayangkan tragedi yang sejauh ini menewaskan 111 orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya. Dia menyatakan, jika negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OIC) mengambil tanggung jawab atas penanganan pelaksanaan ibadah haji, maka hasil yang lebih baik akan didapat. Ditambahkan Mir-Moradzehi yang juga penganut Sunni ini, Kabah tidak hanya milik Arab Saudi, melainkan untuk seluruh umat Muslim. Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh negara Muslim harus bekerja sama dalam mengatur dan mengelola ibadah haji.

Hal senada disampaikan oleh anggota parlemen Iran lainnya, Javad Jahangirzadeh dari Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri. Jahangirzadeh menyebut otoritas Saudi tidak mampu menangani dan mengelola pelaksanaan ibadah paling penting bagi umat Islam. "Rezim Saudi menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keselamatan para jemaah dan mengelola ibadah haji," sebutnya kepada FNA. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei menyampaikan duka cita mendalam bagi setiap keluarga korban dari tragedi yang terjadi pada Jumat (11/9). Dalam pesannya, Khamenei menyatakan simpati bagi keluarga korban dan meminta perawatan medis yang memadai bagi setiap jemaah haji asal Iran yang menjadi korban luka. (AFP/dtc/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru