Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Singkirkan Tony Abbot

Jutawan Malcolm Turnbull Dilantik Menjadi PM Baru Australia

* Abbott Kecam Sifat Kejam Politik Modern Australia
- Rabu, 16 September 2015 11:29 WIB
216 view
 Jutawan Malcolm Turnbull Dilantik Menjadi PM Baru Australia
Canberra (SIB)- Mantan bankir Malcolm Turnbull dilantik menjadi Perdana Menteri Australia, sehari setelah mengalahkan Tony Abbott dalam pemilihan internal. Turnbull kini resmi menjadi PM Australia ke-29 atau PM Australia keempat dalam waktu dua tahun terakhir, sebagai bagian dari tradisi politik terkini Australia yang dengan cepat mengganti pemimpin yang dianggap gagal. "Ini waktu paling menyenangkan sebagai warga Australia," ujar Turnbull kepada para wartawan di Canberra usai kemenangannya dalam pemilihan internal Partai Liberal, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/9).

Jutawan tersebut berjanji akan memberikan kepemimpinan gaya baru. Dia berjanji akan menyelenggarakan pemerintahan yang dilandasi konsultasi, berbeda dengan kepemimpinan Abbott yang menurutnya memecah-belah. Turnbull diambil sumpahnya oleh perwakilan Ratu Inggris di Australia, Gubernur-Jenderal Sir Peter Cosgrove. Setelah itu, dia akan menggelar sesi pertama sidang kabinetnya. "Keyakinan kuat saya adalah bahwa untuk menjadi pemimpin yang berhasil pada 2015, mungkin juga kapan pun, Anda harus bisa membawa masyarakat mendukung Anda dengan menghormati inteligensia mereka dengan cara Anda menjelaskan hal-hal," tuturnya. "Kita butuh advokasi, bukan slogan-slogan," cetusnya.

Dalam pemilu internal Partai Liberal, Turnbull meraih kemenangan dengan perolehan 54 suara melawan 44 suara untuk Abbott. Dengan demikian, PM Abbott hanya 2 tahun menjabat dan selanjutnya harus menyerahkan jabatannya kepada Turnbull. Turnbull yang berusia 60 tahun ini juga dikenal sebagai jutawan, mantan bankir dan pengusaha teknologi. Dalam pemerintahan PM Abbott, Turnbull menjabat sebagai Menteri Komunikasi. Sementara itu, dalam pemilu internal untuk Wakil Ketua Partai Liberal, Julie Bishop yang menjabat Menteri Luar Negeri Australia meraih suara mayoritas melawan Menteri Pertahanan Kevin Andrews. Dengan mendapat perolehan 70 suara melawan 30 suara untuk Andrews, Bishop selanjutnya akan menjabat sebagai Wakil PM Australia.

Kecam Sifat Kejam

Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Selasa (15/9) mengecam sifat kejam politik modern di Australia, dengan mengatakan bahwa "pintu putar" bagi pemimpin bukan hal baik bagi negara.

Saat memberikan pernyataan setelah kehilangan pekerjaan tertingginya sebagai perdana menteri oleh penantangnya Malcolm Turnbull dalam pemungutan suara, Abbott mengatakan, "Panik didorong jajak pendapat menghasilkan pintu putar bagi jabatan perdana menteri, yang tidak mungkin baik bagi negara kita." "Sifat politik berubah dalam dasawarsa belakangan. Kita memiliki jajak pendapat dan tanggapan lebih banyak daripada sebelumnya, yang sebagian besar bersifat asam, pahit, pembunuhan karakter," kata Abbott kepada wartawan di Gedung Parlemen di Canberra.

"Budaya demam media mengembangkan pemberian penghargaan bagi pengkhianatan," kata dia setelah menjadi orang terbaru dalam daftar perdana menteri kehilangan jabatan akibat kudeta partai.

Abbott, yang berkuasa setelah menang pemilihan umum pada 2013, mengatakan kepada media untuk "menolak mencetak klaim sepihak, tempat pembuat klaim itu tidak mau mencantumkan namanya". "Jangan berkomplot dan menghina dengan bertindak sebagai pisau pembunuh," kata Abbott.

Pemerintahan Abbott, khususnya tahun ini, diwarnai dengan banyak kebocoran ke berbagai organisasi media mengenai kebijakan dan rumor tentang kepemimpinannya.

Abbott berjanji untuk melakukan transisi kepemimpinan "semudah yang dia bisa" dalam langkah yang bisa diartikan sebagai penggalian informasi saat masa bekas pemerintahan Buruh.

"Tidak akan ada perusakan, tidak ada pelemahan, dan tidak ada pengejekan. Saya belum pernah membocorkan atau melakukan pengecekan latar belakang terhadap siapapun. Dan saya pasti tidak akan mulai melakukan hal itu sekarang," kata pria berusia 57 tahun itu. "Negara kita berhak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Saya ingin pemerintah kita dan negara kita dapat berhasil," kata Abbott.

Sebelumnya, Abbott lulus dalam tantangan kepemimpinan pertama pada Februari. Dia kalah dalam pemilihan umum 2010 dari calon perdana menteri Partai Buruh Julia Gillard, yang menggulingkan pemimpinnya sendiri, Kevin Rudd, dalam pengambilalihan yang kejam. Kemudian, Gillard sendiri juga "ditikam" oleh Rudd menjelang pemilihan 2013.

Abbott menyatakan bangga pada koalisi Liberal-Nasional-nya yang berkuasa selama dua tahun. Dia menyoroti penghapusan pajak pertambangan dan karbon, pakta perdagangan bebas dengan Tiongkok, Jepang dan Korea, respon keamanan nasional terhadap ancaman terorisme dan penghentian kapal pencari suaka sebagai beberapa keberhasilan kebijakan.

Paling Singkat

Pergantian Perdana Menteri yang baru terjadi di Australia menjadi tanda tidak stabilnya politik di negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya terjadi empat kali pergantian PM dalam pemerintahan Australia. Berawal ketika Kevin Rudd dari Partai Buruh Australia terpilih menjadi PM Australia dalam pemilu federal tahun 2007 lalu. Saat itu, Rudd mengalahkan kandidat incumbent dari Partai Liberal Australia, John Howard. Demikian seperti dilansir Reuters dan The Atlantic, Selasa (15/9).

Selang 3 tahun menjabat atau pada Juni 2010, Rudd dikalahkan oleh wakilnya sendiri, Julia Gillard dalam voting internal Partai Buruh Australia. Tahun 2013, Rudd kembali menantang Gillard dan voting internal digelar Partai Buruh Australia, yang saat itu berkuasa. Gillard kalah dari Rudd dalam voting internal itu. Rudd pun dilantik menjadi PM Australia untuk kedua kalinya pada 27 Juni 2013. Namun tidak lama kemudian, Rudd membubarkan parlemen dan pemilu federal pun digelar di Australia. Dalam pemilu federal tahun 2013, Rudd kalah dari kandidat Partai Liberal Australia, Tony Abbott.

Abbott lantas menjabat PM Australia sejak 18 September 2013. Hingga akhirnya pada Senin (14/9) kemarin, Abbott ditantang oleh menterinya sendiri, Malcolm Turnbull. Voting internal digelar Partai Liberal Australia dan hasilnya 54 suara mendukung Turnbull, sedangkan Abbott hanya memperoleh 44 suara.

Turnbull resmi dilantik sebagai PM Australia ke-29, Selasa (15/9). Turnbull juga tercatat sebagai PM Australia ke-5 dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, dengan catatan Rudd menjabat dua periode.

Profesor emeritus Ilmu Politik pada University of Sydney, Rod Tiffen menuturkan pada Reuters, Abbott tercatat sebagai PM paling singkat menjabat dan paling cepat dilengserkan di Australia, dalam periode 8 tahun ini. Media Australia, 9news.com.au melaporkan, Abbott hanya menjabat PM Australia selama 1 tahun 360 hari. "Cukup menakjubkan untuk berpikir bahwa kita memiliki dua perdana menteri yang dilengserkan pada periode pertama, yang tidak pernah terjadi sejak Perang Dunia II. Hal ini menunjukkan tingkat ketidakstabilan di dalam tubuh partai yang kita miliki sekarang," cetusnya. (Rtr/dtc/AFP/Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru