Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Kebakaran Hutan di California Hanguskan 585 Rumah, 1 Orang Tewas

- Kamis, 17 September 2015 13:30 WIB
370 view
Kebakaran Hutan di California Hanguskan 585 Rumah, 1 Orang Tewas
SIB/Rtr
Beginilah kondisi satu pemukiman di dekat Middletown, California, yang ikut terdampak akibat kebakaran hutan yang melanda California Utara. Akibat kebakaran hutan yang berawal sejak Sabtu (12/9) tersebut, sekira 585rumah hangus terbakar dan satu orang dil
California (SIB)- Kebakaran hutan di California bagian utara, Amerika Serikat tercatat sebagai yang paling parah untuk tahun ini. Sedikitnya 585 rumah warga dan ratusan bangunan lainnya hangus dilalap api. Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/9), kebakaran yang berawal pada Sabtu (12/9) waktu setempat ini terus bergerak dan menerjang sejumlah kompleks rumah warga di wilayah Napa County, yang dikenal sebagai penghasil anggur. Ribuan warga terpaksa mengungsi, kebanyakan tidak mendapat peringatan dan mengungsi secara mendadak begitu melihat lingkungan mereka dilahap api.

Satu warga lanjut usia yang tidak menyadari lingkungannya dilanda kebakaran, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya. Belum diketahui jumlah korban lainnya akibat kebakaran ini. Dilaporkan total 585 rumah hangus akibat kebakaran ini. Wakil Sheriff Lake County mengawal beberapa warga yang ingin kembali memeriksa properti mereka, maupun untuk merawat peliharaan atau ternak mereka yang ditinggal. Namun otoritas setempat memperingatkan, area yang dilanda kebakaran masih belum aman. Warga yang rumahnya masih utuh, diperkirakan tidak akan bisa menempati rumahnya hingga beberapa hari ke depan. Diperkirakan, ada 13 ribu warga yang dievakuasi akibat kebakaran ini.

Juru bicara Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California, Doug Pittman menuturkan, api bergerak ke kawasan perbukitan dan gunung, semakin menjauh dari wilayah padat penduduk. Dilaporkan pada Selasa (15/9) waktu setempat, api mulai aktif kembali di dekat kota pegunungan Loch Lomond dan wilayah wisata Aetna Springs.

Hingga Selasa (15/9) malam waktu setempat, kebakaran ini sudah menghanguskan lebih dari 27 ribu hektare kawasan hutan kayu dan semak-semak yang selama empat tahun terakhir dilanda kekeringan dan berminggu-minggu diterjang cuaca panas. Empat petugas pemadam kebakaran harus menjalani perawatan di rumah sakit, karena terluka saat melakukan tugas pemadaman. Lebih dari 2.300 personel pemadam dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dahsyat ini.

Korban Tewas Jadi 15 Orang
Korban jiwa akibat banjir bandang di Utah, Amerika Serikat bertambah menjadi 15 orang. Sementara lima orang lainnya hingga kini belum ditemukan. Dari para korban jiwa tersebut, 12 orang di antaranya berasal dari dua keluarga yang terjebak banjir di kota kecil Hildale pada Senin, 14 September sore waktu setempat. Saat kejadian, kedua keluarga tersebut tengah berada di dalam kendaraan mereka.

"Pada sekitar pukul 17.00, dua kendaraan dihadang banjir dan tersapu banjir," ujar pejabat setempat, Michelle Catwin, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/9). "Ini banjir terbesar yang pernah kami lihat," imbuhnya. Dikatakan Catwin, tiga orang lainnya yang berada di dalam kedua mobil itu berhasil selamat, namun satu orang masih belum ditemukan.

Sebelumnya pada Senin (14/9) dilaporkan tujuh orang tewas akibat banjir tersebut. Otoritas setempat menyebutkan, enam dari ketujuh korban jiwa tersebut merupakan anak-anak. Menurut saksi mata, pengemudi kedua mobil itu sempat mencoba untuk mundur guna menghindari banjir yang menggenangi jalanan, namun mereka malah terseret arus banjir. Sementara itu, lebih jauh ke utara, tiga orang tewas akibat banjir bandang di Taman Nasional Zion dan empat orang lainnya masih hilang.

Banjir ini menerjang wilayah tempat tinggal warga di sepanjang perbatasan wilayah Hildale, Utah hingga Colorado City, Arizona. Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang melanda wilayah perbukitan Hildale sejak Senin (14/9) waktu setempat. Hildale berlokasi sekitar 500 kilometer sebelah selatan Salt Lake City. (Rtr/AFP/dtc/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru