Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Presiden Suriah Mundur Jika Rakyat Menginginkan

* Jet Tempur Australia Mulai Mengebom Suriah
- Kamis, 17 September 2015 13:30 WIB
239 view
Presiden Suriah Mundur Jika Rakyat Menginginkan
Damaskus (SIB)- Konflik berkepanjangan melanda Suriah. Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, dirinya hanya akan mundur dari jabatannya jika rakyat Suriah menginginkan hal tersebut dan bukan karena tekanan dari negara-negara Barat. Hal tersebut disampaikan Assad dalam wawancara dengan media Rusia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (16/9).

"Mengenai presiden, dia bisa berkuasa berkat persetujuan rakyat lewat pemilihan dan jika dia mundur, dia mundur jika rakyat memang menginginkan itu, bukan karena penilaian Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB, Konferensi Jenewa atau Komunike Jenewa," cetus Assad dalam wawancara tersebut. "Jika rakyat menginginkan dia untuk bertahan, presiden akan bertahan. Jika kasusnya sebaliknya, dia harus mundur secepatnya," tutur Assad.

Selama ini pemerintahan negara-negara Barat sudah sering mendesak Assad untuk mengundurkan diri. Bahkan pengunduran diri Assad dianggap sebagai solusi untuk mengakhiri konflik di Suriah, yang kini diperparah dengan meluasnya keberadaan militan ISIS di negeri itu.

Assad mengatakan, Iran yang telah menyediakan bantuanĀ  teknologi militer, telah berperan penting dalam memerangi terorisme di Suriah. Namun menurut Assad, Teheran tidak mengirimkan pasukan militer ke Damaskus. Mengenai ISIS, Assad mengatakan, sejauh ini serangan-serangan udara Amerika Serikat dan koalisi di Suriah belum berhasil mencegah penyebaran para militan ISIS.

Mengebom Suriah
Sejumlah jet tempur Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan memulai misi pengeboman sasaran-sasaran kelompok teroris ISIS di Suriah. Menteri Pertahanan Kevin Andrews kepada wartawan di Canberra, Rabu (16/9) membenarkan jet tempur jenis F/A-18 Super Hornet melakukan misi pengeboman di wilayah Suriah. Menurut keterangan yang dirilis Komando Sentral Amerika Serikat, setidaknya ada tiga misi pengeboman, yaitu di titik pengumpulan minyak, satu unit taktis ISIS, serta kendaraan pengangkut personal ISIS. "Dua hari lalu, Gugus Tugas Udara telah menyelesaikan serangan udara pertamanya dengan sasaran ISIS di Suriah timur, menghancurkan kendaraan pengangkut personal," kata Andrews.

"Dua jet tempur kita berhasil mengidentifikasi kendaraan yang disembunyikan di markas ISIS," katanya. "Informasi ini kemudian diteruskan ke pusat operasi dan begitu mendapat otorisasi, salah satu jet Hornet meluncurkan peluru kendali ke sasaran," jelas Andrews.

Menteri Andrews menambahkan, jet-jet tempur Australia tidak pernah berada dalam jangkauan tembak musuh, serta selalu menerapkan pedoman untuk menghindari korban warga sipil. "Pengeboman dilakukan dari ketinggian yang menjamin keselamatan jet tempur kita," tambahnya.

Pihak AS dalam pernyataan terpisah membenarkan bahwa Australia merupakan salah satu negara yang jet tempurnya turut melakukan pengeboman di Suriah. Negara lainnya meliputi Bahrain, Kanada, Yordania, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab dan AS sendiri. Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji untuk terus mendukung Pemerintahan Bashar al-Assad secara militer dan meminta negara lain melakukan hal yang sama. (Rtr/dtc/ABCAustralia/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru