Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Rusia Kirim Jet Tempur ke Belarus

* Putin: Krisis di Ukraina Karena Faktor Internal
- Sabtu, 15 Maret 2014 19:03 WIB
703 view
 Rusia Kirim Jet Tempur ke Belarus
Moskow (SIB)- Rusia mengirimkan sejumlah jet tempurnya ke Belarus, Kamis (13/3), merespons permintaan presiden negeri itu setelah NATO meningkatkan kekuatannya terkait krisis di Ukraina. Sebanyak enam jet Sukhoi SU-27 dan tiga pesawat angkut militer dikirimkan ke pangkalan udara Bobruisk di wilayah timur Belarus. Demikian ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip kantor berita ITAR-TASS.

"Para kru jet Rusia akan memulai tugas militer bersama dengan kolega mereka dari Belarus untuk melakukan sejumlah pengintaian udara dan memastikan wilayah udara (Rusia dan Belarus) terlindungi," kata Juru Bicara Kemenhan Rusia.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Belarus membenarkan kedatangan pesawat-pesawat militer Rusia itu lewat situs resminya. Dikatakan, pesawat-pesawat Rusia itu akan mengambil bagian dalam sebuah latihan bersama.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko sebelumnya mengatakan kepada dewan keamanan nasional bahwa dia akan meminta Rusia mengirimkan 15 jet tempur. "Jika NATO memutuskan, bersama dengan AS, untuk meningkatkan keberadaan angkatan udara mereka di dekat perbatasan kami, apakah kami hanya boleh melihat mereka?" kata Lukashenko.

NATO meningkatkan langkah-langkah pengamanan di negara-negara bekas Uni Soviet yang berbatasan dengan Ukraina dan Rusia. Pekan lalu, AS mengirimkan enam jet tempur F-15 untuk memperkuat patroli udara NATO di negara-negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia. Washington juga mengirim 12 jet tempur F-16 dan 300 marinir ke Polandia untuk melakukan apa yang disebut sebagai latihan militer bersama.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan krisis di Ukraina disebabkan oleh faktor internal, bukan oleh Rusia. "Tentu, kita tidak dapat mengabaikan perkembangan di sekitar Ukraina, Krimea dan ini masalah yang rumit. Saya ingin menekankan bahwa krisis ini bukan disebabkan oleh kami, tetapi kami terlibat di dalamnya sebagai satu cara atau lainnya," kata Putin pada pertemuan dengan para anggota Dewan Keamanan Rusia, Kamis (13/3).

Rapat Dewan Keamanan Rusia itu dihadiri oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev, kepala staf kepresidenan Sergei Ivanov, Ketua Duma Negara Sergei Naryshkin, Sekretaris Dewan Keamanan Nikolai Patrushev, wakilnya Rashid Nurgaliyev, Menteri Dalam Negeri Vladimir Kolokoltsev, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Selain itu juga hadir Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Direktur Pelayanan Keamanan Federal Pelayanan Alexander Bortnikov, Kepala Pelayanan Intelijen Luar Negeri Mikhail Fradkov dan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia Boris Gryzlov.

"Ini terutama karena krisis internal Ukraina. Sayangnya, kita semua memahami bahwa kita sudah terlibat dalam peristiwa ini," tambahnya. "Mari pikirkan bersama bagaimana kita harus membangun hubungan dengan mitra-mitra kami dan teman-teman di Ukraina serta dengan para mitra kami di Eropa dan Amerika Serikat," kata Putin.

Dia mencatat bahwa Ukraina pada  awalnya tidak pernah tercatat pada agenda rapat. Pertama-tama, yang dijadwalkan adalah isu pengembangan hubungan antara Federasi Rusia dan Amerika Tengah serta negara-negara Karibia," kata Putin, menunjukkan bahwa hal itu yang akan dibahas terlebih dulu.

Perpecahan Timur-Barat yang dimulai kembali oleh krisis di Ukraina mengeras, ketika Presiden AS Barack Obama secara tegas menyampaikan dukungan Washington kepada Kiev saat terjadinya kebuntuan dengan Moskow. Obama menyambut Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, di Gedung Putih dan tampak berada di sampingnya ketika kedua pemimpin itu secara tegas memperingatkan Rusia bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan kedaulatannya.

Ia mengulangi posisi AS bahwa Moskow akan menghadapi "akibat" yang tak ditentukan jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mundur dan menolak upaya menyelenggarakan apa yang dikatakannya sebagai jajak pendapat "sembrono" di Krimea.

"Ada jalan lain yang bisa ditempuh dan kami berharap Presiden Putin akan mengambil jalan itu," kata Obama kepada para wartawan Gedung Putih sambil duduk disebelah Yatsenyuk setelah mereka melakukan pertemuan di kantor kepresidenan Obama, Oval Office. "Kalau ia (Putin) tidak melakukannya, saya sangat yakin bahwa masyarakat internasional akan berdiri tegak di belakang pemerintah Ukraina."

Yatsenyuk menyampaikan terima kasih kepada Washington atas dukungan tersebut dan menyatakan, "Kami berjuang untuk mencapai kebebasan. Kami berjuang untuk kemerdekaan kami. Kami berjuang untuk menjaga kedaulatan kami. Dan kami tidak akan pernah menyerah." Para pemimpin sempalan Ukraina di semenanjung Crimea, yang mendapat dukungan Putih, berencana mengadakan jajak pendapat Minggu (16/3) untuk memisahkan Crimea dari Kiev dan bergabung dengan Moskow. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru