Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Lagi Aksi Penikaman di China Tewaskan 6 Orang

- Sabtu, 15 Maret 2014 19:04 WIB
547 view
Lagi Aksi Penikaman di China Tewaskan 6 Orang
SIB/AP Photo
Sesosok mayat tergeletak di jalan saat polisi tengah menyelidiki insiden penikaman yang menewaskan 6 orang di Changsha, Jumat (14/3).
Beijing (SIB)- Insiden penikaman kembali terjadi di China. Sekelompok orang bersenjatakan pisau menewaskan enam orang di China tengah. Peristiwa ini terjadi dua pekan setelah aksi penusukan massal yang menewaskan 29 orang dan menggemparkan negeri itu.

"Enam orang tewas," ujar seorang pejabat di Changsha, ibukota provinsi Hunan seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (14/3). Pejabat tersebut membantah insiden ini sebagai aksi teroris. "Saya bisa pastikan ini bukan serangan teror. Itu terjadi di sebuah pasar dikarenakan perselisihan," tutur pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

Kantor berita Xinhua melaporkan seorang pria bernama Hebir Turdi membunuh seorang pria bernama Memet Abla. Turdi kembali melancarkan aksinya dengan menikam empat orang saat melarikan diri sebelum ditembak mati polisi.

Menurut surat kabar Hunan Daily yang mengutip seorang saksi mata, seorang pria terlibat keributan dengan pria lainnya. Pria tersebut menyerangnya dengan sebilah pisau dan kemudian mengejar orang-orang lainnya, sampai akhirnya "lima orang yang melintas ditikam".

Sebuah stasiun radio di Hunan mengambarkan salah seorang penyerang, yang mengelola sebuah toko roti, terlibat perselisihan dan kemudian menusuk sampai tewas seorang perempuan berusia 80-an tahun yang baru saja berjalan keluar ke jalan raya.

Foto-foto yang di-posting di dunia maya, yang keasliannya tidak dapat diverifikasi, menunjukkan tubuh tiga orang tergeletak di tanah dengan berlumuran darah, sementara polisi bersenjata dan para ponton berada di dekat mereka. Foto yang lain menunjukkan seorang pria sedang dibawa pergi oleh sejumlah petugas.

Peristiwa ini terjadi setelah para penyerang melancarkan aksi penikaman di kota Kunming di provinsi Yunnan pada 1 Maret lalu. Sebanyak 29 nyawa melayang dan 143 orang terluka dalam tragedi tersebut. Media China bahkan menyebut peristiwa mengerikan itu sebagai serangan teroris 11 September atau 9/11 ala China. Dalam serangan itu, otoritas setempat menyalahkan para militan dari wilayah konflik Xinjiang, yang sebagian besar dihuni oleh minoritas etnis muslim Uighur.

Serangan dengan menggunakan pisau dan bom oleh warga Uighur dilaporkan sering terjadi di Xinjiang, biasanya menyasar polisi atau pejabat pemerintah. Otoritas China menyebut aksi mereka sebagai serangan teroris. Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan, kerusuhan yang sering terjadi di Xinjian akibat represi budaya dan agama, sementara Beijing mengatakan pihaknya menghadapi gerakan separatis penuh kekerasan yang dimotivasi oleh ekstremisme religius. (Detikcom/w)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru