Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Sidang RUU Keamanan Ricuh, Anggota Parlemen Jepang Saling Dorong

- Jumat, 18 September 2015 11:25 WIB
253 view
Sidang RUU Keamanan Ricuh, Anggota Parlemen Jepang Saling Dorong
Tokyo (SIB)- Kericuhan terjadi di antara para anggota parlemen Jepang yang membahas RUU keamanan, yang akan memungkinkan pengiriman pasukan militer ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun. Dalam perdebatan yang berlangsung sengit tersebut, para anggota dari koalisi berkuasa dan oposisi terlibat adu mulut dan saling tunjuk. Bahkan saat sidang yang berlangsung panas itu, sejumlah anggota parlemen saling dorong. Demikian diberitakan kantor berita AFP, Kamis (17/9). Pemandangan seperti ini terbilang langka bagi parlemen Jepang yang biasanya dikenal tenang.

RUU keamanan yang dibahas tersebut telah menuai pro dan kontra. Dalam beberapa pekan terakhir, hampir setiap hari ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan untuk memprotes RUU tersebut. Sesuai RUU tersebut, militer Jepang yang menyebut diri Self-Defense Forces akan memiliki opsi untuk ikut berperang melindungi sekutu-sekutu seperti Amerika Serikat, meskipun tak ada ancaman langsung bagi negara Jepang atau rakyatnya. RUU ini akan diajukan ke majelis tinggi parlemen setelah disetujui komisi parlemen dan kemungkinan akan menjadi UU pekan ini. Sebelumnya majelis rendah telah meloloskan RUU ini pada Juli lalu. Koalisi Abe menguasai dua pertiga anggota majelis rendah.

Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya keras untuk meloloskan RUU tersebut sebelum libur tiga hari pada pekan depan. RUU ini telah membuat anjloknya popularitas Abe. Sebab menurut sejumlah polling, kebanyakan warga Jepang menentang RUU tersebut.

Bahkan banyak pengamat hukum mengatakan, perubahan yang diatur dalam RUU tersebut tidak konstitusional. Para pengkritik mengkhawatirkan RUU ini akan menyeret Jepang terjun ke dalam berbagai perang yang melibatkan Amerika Serikat di dunia. Namun Abe dan para pendukungnya bersikeras bahwa RUU ini diperlukan untuk menghadapi perubahan lingkungan keamanan, yang ditandai dengan meningkatnya ‘arogansi’ China dan Korea Utara. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru