Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Studi: Asap Bunuh 3,3 Juta Orang Per Tahun di Dunia

- Selasa, 22 September 2015 14:35 WIB
276 view
Studi: Asap Bunuh 3,3 Juta Orang Per Tahun di Dunia
Washington (SIB)- Polusi udara telah membunuh 3,3 juta orang per tahun di seluruh dunia. Dunia pertanian memainkan peran besar dalam menghasilkan kabut asap, tak terkecuali asap di negara-negara industri. Para ilmuwan di Jerman, Siprus, Arab Saudi dan Harvard University menyatakan, ini merupakan jumlah minimal. Jika kebiasaan pembakaran lahan dan industri tak dikurangi, total kematian tahunan menjadi dua kali lipat, yaitu menjadi sekitar 6,6 juta per tahun pada 2050. “Menurut hasil penelitian yang telah dimuat dalam jurnal Nature, disebutkan, sekitar tiga perempat kematian terjadi akibat stroke dan serangan jantung,” ujar Jos Lelieveld dari Institut Max Planck, Jerman.

Jumlah kematian di Tiongkok paling tinggi, yaitu hampir 1,4 juta kematian per tahun, diikuti oleh India dengan 645.000 kematian, dan Pakistan dengan 110.000 kematian per tahun. Amerika Serikat sendiri tercatat 54.905 kematian di 2010 akibat asap pembakaran dan industri. AS menempati peringkat ketujuh tertinggi untuk kematian akibat polusi udara.

Hirup Asap, 190 Siswa China Dilarikan ke RS
Simulasi kebakaran di satu sekolah China berujung insiden. Lebih dari 190 orang, yang semuanya siswa sekolah tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup asap yang digunakan dalam simulasi itu.

Lebih dari 400 siswa sekolah menengah di kota Tianshui, Provinsi Gansu ikut serta dalam simulasi kebakaran dan serangan udara dengan otoritas setempat, Jumat (18/9). Simulasi ini menggunakan asap buatan yang ternyata berlangsung di luar kendali.

"Saat simulasi, senapan asap digunakan untuk memunculkan situasi kebakaran seperti sungguhan. Banyak siswa yang batuk-batuk dan muntah setelah menghirup asap," demikian pernyataan pemerintah Tianshui seperti dikutip kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Senin (21/9).

Tidak disebutkan lebih lanjut jenis asap yang digunakan dalam simulasi itu. Sebanyak 190 siswa harus menjalani perawatan medis usai insiden ini. Sedangkan sebanyak 9 siswa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat.

Beberapa wilayah di China, termasuk ibukota Beijing dan juga Shanghai menggelar simulasi serangan udara pekan lalu. Simulasi ini dimaksudkan untuk melatih kepekaan warga setempat soal pertahanan nasional. Simulasi ini digelar usai peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diwarnai parade militer besar-besaran di Beijing pada awal bulan ini. (Times of India/BStu.com/AFP/dtc/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru