Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Melamar Kerja, Mantan Intel Rusia Dipenjara

- Rabu, 23 September 2015 12:45 WIB
274 view
Melamar Kerja, Mantan Intel Rusia Dipenjara
Moskwo (SIB)- Pengadilan di Moskwa menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara terhadap mantan teknisi radio intelijen Rusia karena terdakwa melamar kerja ke perusahaan Swedia. Gennady Kravtsov dinyatakan bersalah atas pengkhianatan negara dan dikirim ke penjara koloni keamanan maksimum pada sidang Senin (21/9).

Hakim mengatakan, Kravtsov telah memberikan informasi yang termasuk rahasia negara kepada pemerintah lain. Padahal, terdakwa telah berjanji untuk tidak mengungkapkan informasi ini ketika ia bertugas di intelijen Rusia. "Menurut hasil poligraf, Kravtsov menyembunyikan hubungannya dengan pemerintah asing," kata pernyataan otoritas dikutip media Interfax.

Sementara pihak pembela menyatakan tidak ada informasi rahasia di dalam surat lamaran Kravtsov. Jaksa negara sebelumnya menuntut terdakwa 15 tahun penjara. Namun, karena pertimbangan anak Kravtsov yang masih kecil, maka hakim memutuskan terdakwa dihukum 14 tahun penjara.

Kravtsov bekerja pada intelijen satelit di agen mata-mata militer utama Rusia, GRU, dari 1990 hingga 2005. Peraturan melarang dia meninggalkan Rusia atau mengambil pekerjaan yang berhubungan dengan keamanan tertentu selama lima tahun setelah ia berhenti, tetapi ketika periode itu berakhir, ia mengirim surat lamaran pekerjaan ke sebuah perusahaan Swedia.

Kasus itu terungkap pada 2013. Intelijen kontra Rusia mempertanyakan surat lamaran tersebut kepada Kravtsov dan menahannya tahun lalu. Penyidik mengatakan, Kravtsov membocorkan rahasia negara ke Swedia, meskipun mereka menemukan bahwa terdakwa tidak menerima uang dari sumber-sumber Swedia. Kasus ini terbilang rahasia dan disidang di pengadilan tertutup.

Pengacara Kravtsov, Ivan Pavlov, mengatakan bahwa kilennya dituduh mengungkapkan data tentang Tselina-2, sebuah satelit yang dirancang untuk penyadapan radio juga informasi tentang keberadaan satelit tersebut. Ia menyangkal membocorkan rahasia apa pun.

Sejak Vladimir Putin menandatangani aturan yang membidik "agen-agen asing" dan "organisasi yang tak dikehendaki", banyak orang yang dipenjara dengan tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Sebelumnya, Svetlana Davydova, seorang ibu dari tujuh anak, dituduh atas pengkhianatan negara setelah dia diduga menelepon Kedubes Ukraina untuk mengingatkan bahwa pasukan Rusia sedang bersiap menuju Ukraina. (kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru