Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Los Angeles Darurat Gelandangan, Ajukan Bantuan Rp 1,4 Triliun

- Jumat, 25 September 2015 12:27 WIB
255 view
Los Angeles Darurat Gelandangan, Ajukan Bantuan Rp 1,4 Triliun
Los Angeles (SIB)- Otoritas kota Los Angeles, Amerika Serikat menyatakan situasi darurat gelandangan di wilayahnya. Mereka menyerukan bantuan sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun untuk membantu menangani permasalahan ini. Pernyataan ini disampaikan kantor Walikota Los Angeles, Eric Garcetti pada Selasa (22/9) waktu setempat, setelah mengumumkan rencana untuk memindahkan para gelandangan dari jalanan Los Angeles. Jumlah gelandangan di Los Angeles saat ini dilaporkan mencapai 25 ribu-26 ribu orang.

"Kami semua memahami betapa daruratnya situasi ini, dan apa yang dipertaruhkan," tutur Walikota Garcetti dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Rabu (23/9). "Saya mendukung Dewan Kota Los Angeles atas aksi mereka hari ini, dalam mengalokasikan investasi awal yang diperlukan, yang akan membantu rencana menyeluruh saya untuk menangani para gelandangan," imbuhnya.

Berdasarkan penghitungan Badan Pelayanan Gelandangan Los Angeles, jumlah gelandangan di Los Angeles meningkat 12 persen sejak Garcetti menjabat 2 tahun lalu. Catatan Badan Pelayanan Gelandangan Los Angeles menyebut jumlah gelandangan di Los Angeles tahun 2013 lalu mencapai 23 ribu orang.

Dalam pernyataan Garcetti, disebutkan beberapa alasan penetapan darurat gelandangan ini, termasuk kekurangan perumahan yang layak dan kekurangan penampungan darurat. Para gelandangan ini tinggal di wilayah Skid Row, semacam area perkemahan darurat yang didirikan di atas trotoar setempat.

Pengajuan dana bantuan ini akan diputuskan dalam voting anggota penuh Dewan Kota Los Angeles dalam beberapa minggu ke depan. Namun dengan adanya penetapan situasi darurat, maka otoritas Los Angeles berhak menerima dana federal untuk menangani permasalahan gelandangan ini. Diperkirakan, dana bantuan untuk Los Angeles bisa dikucurkan mulai Januari 2016 mendatang. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru