Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Berpidato di Kongres AS, Paus Fransiskus Singgung Masalah Migran

- Sabtu, 26 September 2015 14:08 WIB
458 view
Berpidato di Kongres AS, Paus Fransiskus Singgung Masalah Migran
SIB/AP Photo/Alessandra Tarantino
Paus Fransiskus mendapat sambutan dari anggota DPR AS sebelum menyampaikan pidato di Capitol Hill, Washington, Kamis (24/9), pemimpin umat Katolik pertama yang berbicara di depan anggota Kongres dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.
Washington (SIB)- Paus Fransiskus menyampaikan pidatonya di Gedung Capitol, Washington. Dia merupakan pemimpin umat Katolik pertama yang berbicara di depan anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.

Dalam pidatonya, Paus antara lain menyerukan agar Amerika Serikat menolak permusuhan atas kaum pendatang dan memperlakukan mereka secara manusiawi. "Membangun sebuah bangsa meminta kita untuk mengakui bahwa kita harus secara terus menerus berkaitan dengan orang lain dan menolak kerangka berpikir yang bermusuhan," jelas Paus seperti dikutip BBC, Jumat (25/9).

Dia menambahkan, krisis migran global saat ini membawa tantangan namun mereka harus dilihat sebagai manusia dan diperlakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Pidato Paus berulang kali terputus karena tepuk tangan dari para anggota Kongres.

“Sebuah masyarakat politik akan bertahan jika berusaha, sebagai panggilan, memenuhi kebutuhan umum dengan merangsang pertumbuhan semua anggotanya, terutama mereka yang berada dalam situasi lebih rentan atau berisiko.” Demikian ujar Sri Paus, yang membaca dengan suara lantang, perlahan tapi jelas. “Kegiatan Legislatif selalu didasarkan pada kemaslahatan rakyat,” imbuhnya.

Dia menambahkan, “tanggung jawab Anda sendiri sebagai anggota Kongres adalah untuk memungkinkan negara ini, melalui kegiatan legislatif Anda, untuk tumbuh sebagai bangsa. Anda mendapat panggilan untuk membela dan menjaga martabat sesama warga Anda dalam upaya mengejar kebaikan bersama yang tak kenal lelah dan berat, karena ini adalah tujuan utama semua politik.”

Sidang paripurna Kongres yang langka itu di mana Paus Fransiskus berpidato itu dihadiri oleh seluruh anggota Senat dan DPR, ditambah para hakim Mahkamah Agung, Wakil Presiden Joe Biden, para anggota Kabinet Presiden Barack Obama dan para pemimpin tinggi militer–jajaran penuh pemerintah Amerika, sama seperti hadirin dalam pidato tahunan presiden Amerika di Kongres.

Sementara itu, ribuan orang berkumpul di luar Gedung Capitol di bagian West Lawn dan National Mall, untuk mendengarkan pidato Paus yang disiarkan langsung lewat pengeras suara. Usai pidato, Paus bahkan menyempatkan diri untuk tampil di teras Gedung Capitol untuk menyapa mereka.

Rabu 24 September 2015, Paus memicu perdebatan di kalangan warga AS setelah menyerukan aksi untuk mengatasi pemanasan global. Paus juga mengundang kontroversi dengan menahbiskan seorang misionaris abad ke-18, Junipero Serra, sebagai seorang santo yang dikecam oleh sebagian kalangan asli Amerika. Namun umat Katolik yang berasal dari kawasan Amerika Latin menyambut pentahbisan itu karena dilihat sebagai pengakuan atas sejarah gereja di kawasan penduduk Hispanik. (BBC/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru