Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Obama-Putin akan Bertemu Bahas Ukraina dan Suriah

* Rusia Ancam Gempur ISIS Sendirian
- Sabtu, 26 September 2015 14:10 WIB
340 view
Obama-Putin akan Bertemu Bahas Ukraina dan Suriah
SIB/AP Photo/RIA Novosti, Presidential Press Service, File
Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Beijing 11 November silam. Obama dan Putin akan kembali bertemu di New York pekan depan membahas masalah Ukraina dan Suriah.
Washington/Moskow (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dipastikan akan bertemu di New York pekan depan meski kedua belah belum menyepakati prioritas utama yang akan dibicarakan. Pihak Gedung Putih menegaskan pertemuan Obama dan Putin harus fokus pada persoalan di Ukraina timur, di mana gerilyawan pro-Moskow tengah mengangkat senjata melawan pemerintahan di Kiev sehingga memicu sanksi ekonomi kepada Rusia.

Di sisi lain, Kremlin bersikeras bahwa fokus pertemuan sebaiknya membahas soal Suriah. Di negara tersebut, Rusia baru-baru ini meningkatkan kapasitas militernya dengan mengirim sejumlah pesawat tempur, tank, dan peralatan perang lainnya untuk membantu Presiden Bashar al-Assad.

Kepada para wartawan, juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan, tentu saja topik utama pembicaraan adalah Suriah. Saat ditanya apakah Ukraina juga akan mendapat perhatian, dia menjawab ya, jika masih ada waktu." Pernyataan itu langsung dijawab secara terpisah oleh juru bicara Obama di Washington, Josh Earnest, yang menegaskan bahwa pasti akan ada waktu.

Kedua pemimpin negara besar itu akan berada di New York untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin depan. Peskov sendiri mengungkapkan, keduanya akan bertemu setelah Putin menyampaikan pidatonya sementara Earnest menolak berkomentar mengenai hal tersebut. Washington dan Moskow juga memberi keterangan berbeda soal siapa yang pertama kali menginisiasi pertemuan. Kremlin menyatakan bahwa pertemuan itu diselenggarakan "dengan persetujuan bersama".

Namun demikian, Earnest justru mengungkapkan bahwa Putin-lah yang meminta terlebih dulu karena Rusia adalah pihak yang lebih butuh untuk berunding dengan Amerika Serikat karena kondisi perekonomian negara tersebut yang belum juga pulih akibat sanksi ekonomi.

Sebelumnya, pertemuan antara Obama dengan Putin selalu berakhir dengan sikap dingin antara keduanya. Sebagai contoh, pertemuan pada Juni 2013 lalu saat membahas Suriah menghasilkan foto di mana keduanya nampak berjauhan dan murung.

Dalam persoalan Suriah, Putin mengatakan siap menggempur posisi ISIS di Suriah secara unilateral jika Amerika menolak usulan pembentukan pasukan gabungan. Moskwa juga terus meningkatkan dukungannya kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. Rusia dilaporkan terus meningkatkan kekuatan militernya di negara yang dicabik perang berkepanjangan itu.

Dengan mengumumkan rencana aksi militer di Suriah, Putin hendak menekan pemerintah di Washington dan aliansinya untuk menyetujui koordinasi dalam perang melawan Islamic State (ISIS) di Suriah, demikian laporan Bloomberg. Rusia mengajukan proposal bersama Iran dan militer Suriah menjalin kerja sama dengan AS dan aliansinya untuk menggempur posisi ISIS yang merebut wilayah luas di kawasan itu.

Kantor berita Reuters melaporkan, Rusia melihat meningkatnya peluang untuk tercapainya kesepakatan internasional dalam memerangi terorisme dan mengakhiri krisis yang mengguncang Suriah selama hampir lima tahun terakhir. Amerika Serikat dan aliansinya terus berusaha menjatuhkan rezim Assad dengan mendukung gerakan kelompok bersenjata anti-Damaskus.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyerukan diakhirinya krisis di Suriah yang menjadi pemicu arus eksodus pengungsi ke Eropa. Merkel menegaskan, dalam KTT untuk mencari solusi pengungsi Suriah di Brussels, semua pihak harus diajak bicara dalam proses perdamaian Suriah. "Termasuk Assad yang jadi aktor utama," ujar Kanselir Jerman ini. Mitra regional juga penting harus dilibatkan, termasuk Iran dan negara-negara berpaham Sunni seperti Arab Saudi.

Sejauh ini Amerika Serikat dan aliansinya tetap menuntut lengsernya Bashar al-Assad untuk diakhirinya krisis di Suriah. Menlu AS John kerry dan Menlu Inggris Philip Hammond melontarkan pernyataan serupa menanggapi krisis Suriah yang memicu krisis pengungsi di Eropa. Sementara dalam pertemuan antara Putin dan PM Israel Benjamin Netanyahu di Moskwa, kedua pihak menyepakati koordinasi agar angkatan udara mereka tidak saling serang di Suriah. (Ant/AFP/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru