Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

ISIS Lebarkan Sayap di Afghanistan

- Minggu, 27 September 2015 15:22 WIB
200 view
ISIS Lebarkan Sayap di Afghanistan
Kabul (SIB)- Kelompok ISIS terus melebarkan sayapnya di Afghanistan. Jumlah simpatisan kelompok radikal Sunni itu terus bertambah di Afghanistan. ISIS pun terus merekrut anggotanya di 25 provinsi dari total 34 provinsi di negara tersebut. Demikian menurut laporan yang dirilis badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/9).

Kelompok ISIS yang menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak, terus berupaya menancapkan keberadaannya di Afghanistan, bahkan dengan menarik para anggota Taliban untuk bergabung. Kepada sebuah tim monitoring PBB, pejabat-pejabat keamanan Afghan mengatakan, sekitar 10 persen dari militan Taliban kini merupakan pendukung ISIS.

"Jumlah kelompok dan perorangan yang kini terang-terangan menyatakan loyalitas atau simpati pada ISIL terus bertambah dalam sejumlah provinsi di Afghanistan," demikian menurut laporan tim PBB soal monitoring Al-Qaeda. ISIL merupakan nama lain dari ISIS.

Menurut tim monitoring PBB, ISIS telah memperbaiki propagandanya dalam bahasa Inggris, bersaing dengan kelompok Taliban. Taliban sendiri, yang telah melakukan berbagai kekerasan selama 14 tahun pemberontakan mereka, kini mencoba tampil sebagai pengecam kebrutalan ISIS. Awal bulan ini, Taliban mengecam video "mengerikan" yang memperlihatkan para militan ISIS meledakkan para tahanan Afghanistan yang diikat tangannya dan ditutup matanya.

Sementara seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan ada penurunan tajam volume pesan ISIS dalam media sosial dalam beberapa bulan ini. Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Diplomasi Publik, Richard Stengel, mengatakan ia berpendapat “perimbangan sedang bergeser” dan jumlah kontra-pesan sudah mulai lebih besar dari jumlah pesan media sosial dari ISIS di seluruh dunia.

ISIS telah dengan sangat ampuh menggunakan media sosial. Sekalipun sebagian besar orang sudah membaca tentang atau melihat gambar pemenggalan kepala dan pembakaran di media sosial, mereka mungkin kurang mengetahui tentang ribuan tulisan yang memuat propaganda pro-ISIS yang mempromosikan kegiatannya seperti negara dan penafsirannya mengenai Islam.

Dan sampai sekarang, Amerika dan negara-negara lain belum efektif mengalahkan pesan ISIS. Satu artikel bulan Juni pada harian New York Times menyatakan bahwa ISIS “memenangkan perang media sosial.” Artikel itu mengutip hasil penilaian interen Departemen Luar Negeri Amerika.

Senator Cory Booker menyebut usaha penulisan pesan anti-ISIS bulan Mei lalu “menggelikan”.  Tetapi, Stengel mengatakan bahwa para anggota Kongres seperti Booker sama sekali tidak mengetahui volume yang sangat besar pesan anti-ISIS yang disebarkan dalam bahasa Arab.

“95 persen pesan ISIS adalah dalam bahasa Arab. Saya tidak merasa pasti berapa banyak anggota Kongres kita membaca media sosial dalam bahasa Arab. Mereka hanya melihat beberapa media sosial bahasa Inggris yang kita lakukan,” katanya. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru