Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Malaysia Sebut Pencarian MAS MH370 Lebih Besar dari Isu Politik

Anwar Ibrahim: Hilangnya MAS Cerminkan Rezim Malaysia Tak Bertanggung Jawab

- Rabu, 19 Maret 2014 11:29 WIB
377 view
Anwar Ibrahim: Hilangnya MAS Cerminkan Rezim Malaysia Tak Bertanggung Jawab
Kuala Lumpur (SIB)- Isu-isu politik mewarnai insiden hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Otoritas Malaysia menyebut bahwa pencarian pesawat tersebut lebih besar dari politik. Dalam konferensi pers, pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammudin Hussein meminta warga Malaysia untuk mengesampingkan perbedaaan pada masa-masa krusial seperti ini. Demikian seperti dilansir media Singapura, Straits Times, Selasa (18/3/2014).

Hishammuddin juga mendorong warga Malaysia untuk bersatu di tengah spekulasi bahwa pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah memiliki motif politik untuk melakukan sabotase terhadap MAS MH370. Kapten Zaharie diidentifikasi sebagai anggota Parti Keadilan Rakyat (PKR) sejak lama. PKR dibina oleh pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Tidak hanya itu, Kapten Zaharie juga merupakan kerabat jauh dari menantu Anwar Ibrahim.

Hishammudin juga menekankan bahwa pencarian MAS MH370 tetap menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Menurut Hishammuddin, isu politik tersebut muncul dan disoroti oleh media asing. Dia menegaskan, pemerintah Malaysia tidak pernah berniat untuk mencuatkan isu tersebut sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian dari kemampuan pencarian dan penyelamatan Malaysia. Hal ini menyikapi pemberitaan media Inggris, The Mail, pada Minggu 16 Maret yang menuliskan bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) merupakan pendukung politik Anwar yang fanatik dan obsesif.

Para penyelidik Malaysia mengungkapkan kepada The Mail, Zaharie mungkin telah membawa pesawat tersebut keluar dari rute aslinya: Kuala Lumpur-Beijing karena dia marah atas sidang banding kasus sodomi Anwar. Disebut media Inggris itu, Zaharie telah menyabotase pesawat sebagai bentuk protes kepada pemerintahan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

 Cerminkan Rezim Malaysia Tak Bertanggung Jawab

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengecam spekulasi bahwa pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mungkin melakukan sabotase pesawat karena motif politik. Anwar mengaku jijik dengan apa yang dilihatnya sebagai upaya untuk memfitnah pilot bernama Zaharie Ahmad Shah, yang disebut Anwar sebagai pria baik.

Anwar pun mencetuskan, hilangnya pesawat MAS MH370 mencerminkan tidak kompetennya rezim pemerintah Malaysia. "Hilangnya MH370 secara misterius tidak hanya mencerminkan rezim berkuasa yang tidak kompeten di negeri ini, namun juga pemerintahan yang tidak bertanggung jawab," cetus Anwar seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/3).

Sebelumnya, media Daily Mail memberitakan bahwa pilot Zaharie (53) kemungkinan telah menyabotase pesawat MAS MH370 sebagai aksi balas dendam politik. Disebutkan bahwa pilot senior yang merupakan anggota Parti Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar itu, marah kepada pemerintah Malaysia atas kasus sodomi yang dijeratkan pada Anwar.

Sementara itu, wilayah operasi pencarian MAS MH370 diperluas setelah pemerintah Malaysia menyatakan bahwa dugaan adanya pembajakan di pesawat tersebut semakin menguat. Disebutkan bahwa sinyal pesawat dimatikan sebelum sang kopilot mengucapkan "All right, good night".

Baik pilot maupun kopilot dalam kokpit tidak menjelaskan alasan matinya sinyal pesawat sebelum komunikasi terakhir ke ATC itu. Hal ini memperkuat teori yang menyebutkan salah satu pilot sengaja mengalihkan rute penerbangan pesawat.

Temuan ini juga memperkuat dugaan alat pengirim sinyal pesawat atau transponder sengaja dimatikan oleh seseorang di dalam Boeing 777-200ER itu. Transponder itu menyiarkan sinyal radio dan satelit untuk mengirimkan data melalui ACARS.

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) adalah pancaran gelombang yang mengirim informasi kepada maskapai. ACARS bisa mengirim berbagai tipe pesan ke ATC, termasuk kondisi bahan bakar dan status mesin. (detikcom/w)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 19 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru