Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Penyidik Yakin 90 Persen Bom Penyebab Pesawat Rusia Jatuh di Mesir

- Senin, 09 November 2015 13:53 WIB
145 view
Penyidik Yakin 90 Persen Bom Penyebab Pesawat Rusia Jatuh di Mesir
Kairo (SIB)- Para penyelidik pesawat Rusia yang jatuh di Mesir 90 persen yakin bahwa suara yang mereka dengar pada detik terakhir yang terekam pada kotak hitam adalah ledakan yang diakibatkan oleh bom, kata seorang anggota tim penyelidik kepada Reuters, Minggu (8/11).

"Berbagai indikasi dan analisis sejauh ini mengenai suara di dalam kotak hitam menunjukkan bahwa itu adalah bom," kata anggota tim penyelidik Mesir yang meminta namanya tidak diungkapkan. "Kami 90 persen yakin itu adalah bom," sambung dia.

Saat ditanyai mengenai 10 persen lainnya, penyelidik ini menjawab, "Saat ini saya tak bisa membicarakannya." Militan ISIS yang memerangi pasukan keamanan Mesir di Semanjung Sinai telah menyatakan bahwa merekalah yang menjatuhkan Airbus A321 milik Rusia yang jatuh 23 menit setelah tinggal landas dari bandara Sharm al-Sheikh sepekan lalu dalam rute ke St Petersburg sehingga menewaskan seluruh dari 224 orang yang berada di dalamnya.

Para pejabat Mesir mengaku tengah menyelidiki semua skenario kemungkinan mengenai apa penyebab kecelakaan itu, namun menolak untuk menyimpulkan, demikian Reuters.

79.000 Warga Rusia Terdampar di Sharm El Sheikh

Sekitar 79.000 warga Rusia terdampar di Sharm El-Sheikh, kawasan resor di Laut Merah, Mesir, setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan penghentian penerbangan ke daerah tersebut.

Kepala Badan Pariwisata Rusia (Rostourism) Oleg Safonov mengatakan pada Sabtu (7/11) bahwa kebanyakan warga yang terdampar itu merupakan turis yang sedang berlibur di resor yang berada di dekat Laut Merah tersebut. “Persiapan untuk mengevakuasi mereka semua sedang dipersiapkan,” kata Oleg. “Pesawat akan datang dalam kondisi kosong dan warga dapat pulang kembali ke Rusia di hari itu juga,” lanjutnya. Savanov menambahkan, warga Rusia yang pulang tidak akan diizinkan membawa bagasi besar. Keputusan itu sama dengan yang diambil pemerintah Inggris ketika mengevakuasi warganya keluar dari Sharm El-Sheikh.
 
Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan di tengah semakin meningkatnya dugaan bom telah meledakan pesawat Rusia yang jatuh pada Sabtu pekan lalu. Serikat Pariwisata Rusia dalam pernyataan berbeda mengutarakan bahwa turis Rusia yang sudah memesan tiket ke Sharm El-Sheikh telah setuju untuk mengganti tujuan wisata mereka ke Antalya, Turki. (Rtr/kps.com/Ant/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru