Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Partai NLD Klaim Raih 80 Persen Suara

Partai Berkuasa Myanmar Mengaku Kalah dari Partai Suu Kyi

- Selasa, 10 November 2015 13:55 WIB
206 view
Partai Berkuasa Myanmar Mengaku Kalah dari Partai Suu Kyi
SIB/AP Photo/Khin Maung Win
Pendukung berkumpul di depan markas NLD untuk mendengarkan pidato Aung San Suu Kyi dari atas balkon, Senin (9/11). Dalam pidatonya, Suu Kyi mengatakan bahwa NLD––partai pimpinannya––akan memenangkan pemilu bersejarah Myanmar dan mendesak para pend
Myanmar (SIB)- Pemimpin Partai Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang berkuasa di Myanmar, Htay Oo, mengaku kalah dari Liga Nasional Demokrasi (NLD) pimpinan oposisi Aung San Suu Kyi. "Kami kalah," ujar Oo dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Senin (9/11), tepat sehari setelah pemilihan umum digelar.

Hingga kini, proses penghitungan suara pemilu masih berlangsung dan belum ada hasil resmi yang diumumkan. Namun, juru bicara NLD, Win Htein, mengatakan bahwa proses penghitungan sementara menunjukkan partainya meraih 80 persen suara di daerah-daerah berpopulasi tinggi.

Win juga mengakui bahwa sejauh ini NLD telah memenangkan 65 persen suara di Mon dan Kayin. Sementara itu, Oo juga mengaku terkejut dengan tingkat kekalahan di basis terkuat pendukungnya di Hinthada. "Saya tidak memperkirakan ini karena kami melakukan banyak hal untuk rakyat di wilayah ini. Namun, ini adalah keputusan rakyat," katanya.

Sementara hasil pemungutan suara dihitung, belum diketahui pula apakah NLD akan memenangkan dua pertiga kursi parlemen, syarat minimal untuk membentuk pemerintahan di Myanmar.

Pemilu ini digadang-gadang sebagai titik tolak perjalanan panjang Myanmar menuju demokrasi dari kediktaktoran militer. Ini juga dianggap sebagai momen penentu apakah Suu Kyi akhirnya dapat menikmati kemenangan setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai tahanan rumah.

Apapun hasil pemilu ini, para ahli melihat Myanmar tetap akan memasuki periode ketidakpastian. Walaupun Suu Kyi menang, para pakar mempertanyakan bagaimana cara tokoh pro-demokrasi tersebut dapat bernegosiasi dengan pihak berkuasa lainnya untuk berbagi kekuasaan di tengah militer yang masih dominan.
Di awal perjalanan saja, langkah Suu Kyi sudah terjegal undang-undang bentukan junta militer yang mengatur bahwa presiden Myanmar tak boleh memiliki pasangan atau keturunan warga asing. Suu Kyi sendiri memiliki dua anak yang berkebangsaan Inggris. Namun, Suu Kyi memiliki strategi sendiri, yaitu dengan menunjuk seorang presiden boneka dari NLD. Nantinya, Suu Kyi akan tetap mengatur presiden tersebut.

Kendati demikian, para pakar melihat bahwa militer akan tetap memiliki kekuatan besar. Pasalnya, seperempat kursi parlemen sudah disediakan khusus untuk militer. Selain itu, hukum Myanmar juga memungkinkan militer mengambil alih pemerintahan dalam kondisi tertentu. Militer juga sudah memiliki pegangan ranah ekonomi melalui perusahaan-perusahaan induk.

Pendukung Padati Markas NLD

Sekitar 500 orang memenuhi ruas jalan  Oakastreet, wilayah Shwegondaing, Yangon, beramai-ramai berkumpul depan markas NLD pada Senin (8/11), menyusul kabar kemenangan besar NLD dalam pemilu multi-partai yang diselenggarakan kemarin. Sebagian besar mengunyah sirih dan mengenakan sarung serta sandal, warga bercampur dengan para pedagang kaki lima yang memanfaatkan momentum gegap gempita kabar kemenangan NLD untuk mengais rezeki.

Mya Mya, 47, warga asal Sanchaung, Yangon datang bersama 15 orang tetangganya. Berbekal makan siang dalam rantang dan payung, mereka mengaku datang dari pagi ke markas NLD. "Menunggu Daw Suu," kaya Mya Mya kepada CNN Indonesia, sembari tersenyum, lalu melanjutkan mengunyah sirihnya, Daw Suu adalah panggilan hormat untuk Aung San Suu Kyi. "Selalu merasa bahagia setiap datang ke sini."

Mya Mya merupakan salah satu pendukung setia NLD. Bukan kali ini saja, Mya Mya mengaku rutin datang ke markas NLD, terutama saat ulang tahun pemimpinnya, Aung San Suu Kyi dan hari kematian Jenderal Aung San, tokoh yang membantu kemerdekaan Myanmar dan ayah Suu Kyi.

Pendukung lainnya Ko Kha, datang bersama lebih dari 50 anggota komunitas NLD wilayah Daw Bon, Yangon, untuk merayakan kemenangan partai mereka. Ko Kha mengungkapkan dia mengikuti perhitungan suara di TPS tempatnya memilih, dan NLD menang telak untuk Pyithu Hluttaw, Amoytha Hluttaw dan regional state. "Sudah pasti menang, tinggal tunggu resminya. Karena itu ke sini," katanya.

Ko Kha dan komunitasnya datang mengenakan kaos merah dengan simbol merak emas, khas NLD. Sesekali bertepuk tangan dan bernyanyi "NLD, naing ya myi!" penggalan lagu yang kerap dinyanyikan para pendukung partai oposisi terbesar Myanmar itu. Di depan markas NLD terdapar dua papan televisi besar yang diperkirakan akan menyiarkan hasil perhitungan suara yang akan diumumkan Komite Pemilu Myanmar. Saat ini, dua televisi itu menampilkan lagu-lagu NLD.

Sementara di pintu masuk, para pengurus NLD yang mengenakan baju putih dan sarung, berbaris dan berpegangan tangan. Ketika ditanya, mereka menolak memberikan komentar soal siapa yang akan datang ke markas ini. Sebelumnya Suu Kyi mengaku partainya telah memperoleh 80 persen suara dari hasil penghitungan sementara usai pemilu kemarin. Pemimpin partai berkuasa, Partai Solidaritas dan Pembangunan (USDP), Htay Oo, mengaku kalah dari Liga Nasional Demokrasi (NLD) pimpinan oposisi Aung San Suu Kyi. "Kami kalah," ujar Oo dalam wawancara dengan Reuters, Senin (9/11), tepat sehari setelah pemilihan umum digelar. (Rtr/CNNIndo/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru