Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

ISIS Incar Menhan dan Pejabat Tinggi Malaysia

- Senin, 16 November 2015 10:37 WIB
228 view
 ISIS Incar Menhan dan Pejabat Tinggi Malaysia
Kuala Lumpur (SIB)- Pejabat tinggi Malaysia disebut menjadi target kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Tun Hussein di Kuala Lumpur, Minggu (15/11). “Saya dapat memastikan bahwa ISIS menargetkan pemimpin kita, termasuk saya sendiri. Namun, itu tidak akan menakuti kita atau membuat kita berhenti memerangi terorisme tidak hanya di Malaysia, namun juga di Asia Tenggara,” kata Hishammuddin seperti dikutip the Star. “Informasi ini telah diterima awal tahun ini sebelum pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN yang digelar di Langkawi di mana 10 negara sepakat bekerjasama untuk memerangi terorisme,” tuturnya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Transportasi Liow Tiong Lai mengatakan bahwa Malaysia telah memperketat penjagaan perbatasan di segala penjuru khususnya keamanan bandar udara.  Menteri Liow mengatakan, Malaysia telah menerima banyak peringatan termasuk dari pemerintah Amerika Serikat mengenai ancaman serangan di negeri jiran itu. Kepolisian telah menelusuri sejumlah aktivis yang mencurigakan dan menangkap mereka untuk investigasi.

Sebelumnya, Kepala Divisi Kontraterorisme Malaysia Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay mengaku khawatir atas rencana kelompok militan Malaysia membentuk jaringan teroris ISIS di Asia Tenggara. Dalam wawancara dengan Straits Times, Ayob mengatakan bahwa kelompok militan ini terdiri dari tiga orang yang saat ini masuk daftar prioritas tingkat tinggi pencarian Kepolisian Malaysia.

Tiga orang ini adalah Mahmud Ahmand, mantan dosen di Universitas Malaya, Mohd Najib Husen, pemilik kedai kelontong, dan Muhammad Joraimee Awang Raimee yang merupakan mantan pegawai di dewan kota setempat. Mereka bertiga diyakini sedang bersembunyi di bagian selatan Filipina dan berpartisipasi dengan kelompok teroris Abu Sayyaf yang memang beroperasi di kawasan tersebut. Ayob menuturkan, tiga orang ini berharap dapat menggabungkan sejumlah kelompok militan di Asia Tenggara, seperti Abu Sayyaf dan Jemaah Islamiyah, menjadi satu kesatuan di bawah naungan Negara Islam.

"Mahmud telah menyatakan sumpah kesetiaan di video kepada ISIS, tetapi untuk pembentukan resmi cabang ISIS, dia perlu terbang ke Suriah dan menyatakan sumpah setianya di depan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi," kata Ayob menjelaskan. Datuk Ayub melanjutkan bahwa prioritas utama Mahmud saat ini adalah terbang ke Suriah demi bertemu dengan Baghdadi.

Mahmud sendiri bukanlah wajah baru di dunia militan. Dia telah berlatih dengan Al Qaeda di Afganistan pada tahun 1990-an dan kemudian menggunakan posisi dosennya di universitas ternama Malaysia itu untuk merekrut anak didiknya.

"Jika Mahmud atau sering disebut juga Abu Handzalah berhasil menyatukan semua kelompok teroris, Asia Tenggara akan menghadapi bahaya besar," kata Ayub. Militer Filipina sendiri telah menjadikan tiga orang ini sebagai target untuk ditangkap dan operasi perburuan masih berlangsung.

Profesor Sundramoorthy dari Universitas Sains Malaysia menyatakan, militan ini sekarang tidak hanya mengatasnamakan agama. "Banyak yang berpikir ISIS hanya memperjuangkan agama Islam. Namun, mereka juga sekarang mengatasnamakan keadilan sosial, kesenjangan ekonomi, represi politik, dan hal-hal lainnya," kata dia.

Ia menambahkan, diperlukan upaya internasional untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat yang berbuntut pada munculnya gerakan terorisme. Malaysia awal tahun 2015 menggagalkan rencana ISIS untuk menyerang Kedutaan Besar Arab Saudi dan Qatar di Kuala Lumpur. (kps.com/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru