Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Rusia Konfirmasi Pesawat Jatuh di Mesir Akibat Bom

* Berikan Rp 687 Miliar bagi Pengungkap Jatuhnya Metrojet
- Rabu, 18 November 2015 11:18 WIB
129 view
Rusia Konfirmasi Pesawat Jatuh di Mesir Akibat Bom
Moskow (SIB)- Pemerintah Rusia, Selasa (17/11), akhirnya mengakui bahwa kecelakaan pesawat Kogalymavia di Mesir pada bulan lalu merupakan akibat serangan bom. Selama ini Rusia selalu menyanggah hasil penyelidikan negara Barat yang mengindikasikan bahwa penyebab insiden pesawat penumpang Rusia tersebut adalah aksi teror. Mereka mendesak agar semua pihak menunggu hingga hasil penyelidikan rampung.

Namun dalam rapat pada Senin (16/11) malam, tepatnya tiga hari setelah serangan mematikan mengguncang Paris, kepala badan keamanan Rusia, Alexander Bortnikov memberikan laporan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa ceceran bahan peledak asing ditemukan di dalam pesawat dan tas pribadi penumpang.

"Menurut analisis dari para ahli kami, bom buatan yang terdiri dari satu kilogram TNT meledak dalam penerbangan, menyebabkan pesawat meledak di udara, yang menjelaskan mengapa bagian badan pesawat terbang tersebar ke jarak jauh," kata Bortnikov. Menegaskan hasil penyelidikan timnya, Bortnikov kembali berkata, "Kami dapat memastikan bahwa ini adalah aksi teroris."

Menanggapi hasil temuan itu, Putin mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan salah satu aksi paling berdarah dalam sejarah Rusia. Ia pun memerintahkan pasukan udara Rusia untuk mengintensifkan serangannya di Suriah. "Harus diintensifkan sedemikian rupa agar para pelaku kriminal memahami bahwa ganjaran tak dapat dihindari," kata Putin.

Putin juga menginstruksikan aparat untuk memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. "Kami akan mencari mereka ke manapun mereka bersembunyi. Kami akan menemukan mereka di manapun di planet ini dan menghukum mereka," ucap Putin.

Dan untuk memburu pelakunya, Rusia menawarkan hadiah bagi siapa saja yang mengungkapkan jatuhnya maskapa itu. Pihak keamanan federasi Rusia (FSB) mengatakan akan memberikan imbalan sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 687 miliar bagi yang bisa memberikan informasi. Informasi mengenai pelaku teroris di balik jatuhnya pesawat yang menewaskan 224 penumpang.

FSB juga meminta agar pelaku bisa teridentifikasi dengan segera. Agar secepatnya bisa tertangkap. "Kami akan memberikan hadiah sebesar US$ 50 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi dan menangkap pelaku," kata FSB dalam situs resminya.

Sebagian besar korban tewas akibat jatuhnya Metrojet merupakan warga negara Rusia, dengan empat orang lainnya warga negara Ukraina dan satu warga Belarusia. Beberapa korban warga Rusia yang jasadnya telah diserahkan ke keluarga, telah dimakamkan pada akhir pekan lalu.

Janji akan Habisi ISIS
Rusia akan menambah kekuatan militernya untuk menyerang Suriah. Hal itu dilakukan setelah Moskow mendapat konfirmasi tentang penyebab pesawatnya yang jatuh bulan lalu di Mesir. Pesawat yang diperkirakan membawa ratusan penumpang ini diperkirakan jatuh karena dibom. Presiden Rusia Vladimir Putin pun berjanji untuk menghabisi para pelaku yang telah melakukan tindakan tersebut. "Pesawat tempur kita akan melakukan penyerangan di Suriah. Dan penyerangan ini akan dilanjutkan," kata Putin. "Para pelaku harus memahami dendam kita yang tak bisa dihindarkan," lanjutnya.

Rusia memulai serangan udara di wilayah Suriah pada 30 September lalu, dengan menyatakan target utama mereka adalah ISIS. Namun pada praktiknya, Amerika Serikat dan koalisi yang terlebih dahulu melancarkan serangan udara di Suriah, menyebut Rusia justru banyak menyerang kelompok moderat yang melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Serangan udara Rusia di Suriah ini disebut-sebut oleh militan Wilayat Sinai sebagai alasan yang diklaim mereka untuk menyerang pesawat maskapai Rusia yang baru lepas landas dari Sharm el-Sheikh, Sinai, Mesir pada 31 Oktober lalu. Klaim itu sempat diragukan Mesir dan Rusia, namun kemudian militan ini kembali memberikan pernyataan yang isinya bersikeras bertanggung jawab. Kelompok yang berbasis di Sinai itu telah menyatakan sumpah setia terhadap ISIS pada November 2014 lalu. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru